Banyak orang juga yang asal membeli antibiotik di apotek untuk mengobati penyakit mereka tanpa resep dari dokter. Namun, kebiasaan meminum antibiotik dengan asal-asalan ini ternyata bisa berbahaya untuk kesehatan tubuh kalian.
- Putri Stevania
- Kamis, 12 Maret 2020 - 18:35 WIB
WowKeren - Saat sakit, dokter sering kali memberikan resep obat berupa antibiotik. Antibiotik sendiri adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Cara kerja antibiotik adalah dengan membunuh atau menghambat proses pertumbuhan organisme kecil yang berbahaya dalam tubuh, seperti parasit, jamur, dan bakteri.
Biasanya, dokter meresepkan antibiotik dengan pesan "Harus dihabiskan!". Namun, tak sedikit orang yang baru 1-2 hari minum antibiotik, sudah merasa sehat dan menghentikan penggunaan antibiotik yang sudah diresepkan oleh dokter meskipun belum habis.
Tak hanya itu, banyak orang juga yang asal membeli antibiotik di apotek untuk mengobati penyakit mereka tanpa resep dari dokter. Nah kebiasaan meminum antibiotik dengan asal-asalan ini ternyata bisa berbahaya untuk kesehatan tubuh kalian.
Berikut tim WowKeren rangkum 7 bahaya meminum antibiotik secara asa-asalan untuk kesehatan. Alih-alih sembuh, kalian malah akan mengalami sejumlah gangguan kesehatan. Jadi hindari ya!
(wk/putr)1. Antibiotik Berlebih Dapat Merusak Keseimbangan Bakteri Dalam Perut
Sebagai salah satu organ dalam sistem pencernaan, usus mengandung sekitar 100 triliun bakteri. Tidak semua bakteri dalam perut adalah bakteri jahat yang dapat membuat manusia sakit. Beberapa bakteri yang disebut sebagai gut flora justru diperlukan untuk membantu sistem pencernaan.
Nah penggunaan antibiotik yang agresif dan dikonsumsi tanpa pengawasan dokter dikhawatirkan dapat mengganggu keseimbangan bakteri dalam perut. Antibiotik berlebihan dapat membunuh bakteri baik dan membuat bakteri jahat justru semakin kebal terhadap pengobatan.
2. Membludaknya Bakteri Jahat Dalam Perut Dapat Menyebabkan Diare Akut
Penggunaan antibiotik berlebih akan membuat bakteri baik di usus mati dan digantikan dengan bakteri resisten antibiotik agresif yang umumnya dikenal sebagai C. diff. Sebuah penelitian menemukan bahwa 71 persen anak-anak yang menderita infeksi C. diff telah diberikan antibiotik untuk penyakit pernapasan, telinga, dan hidung 12 minggu sebelum infeksi.
C. diff adalah bakteri yang ditemukan dalam usus manusia dan dapat menyebabkan diare parah. Bakteri ini bertanggung jawab atas 250.000 infeksi pada pasien yang dirawat di rumah sakit dan 14.000 kematian setiap tahun di antara anak-anak dan orang dewasa.
3. Penggunaan Yang Sembarang Dapat Menyebabkan Tubuh Kebal Terhadap Antiobitik
Mengonsumsi antibiotik yang salah baik dari segi dosis, jenis, dan frekuensi, dapat mengakibatkan bakteri menjadi resisten. Bakteri yang resisten ini beradaptasi dan berubah menjadi kebal terhadap antibiotik yang dulunya mampu memusnahkannya.
Tubuh yang terinfeksi oleh bakteri yang resisten terhadap antibiotik lebih sulit pulih dan diobati. Infeksi pun jadi lebih mudah berkembang dan menyebabkan berbagai komplikasi. Karena kekebalannya, kuman juga berisiko tinggi menimbulkan infeksi berat, seperti sepsis.
4. Hati-hati, Minum Antibiotik Sembarangan Juga Dapat Merusak Sel Darah Putih
Penelitian yang diterbitkan dalam Frontiers in Microbiology menyatakan antibiotik dapat membunuh asam lemak rantai pendek yang diproduksi oleh bakteri baik tubuh sendiri. Ketika tubuh sehat, itu menampung bakteri baik yang menghasilkan asam lemak rantai pendek yang berperan mempromosikan pengembangan dan pemeliharaan sel darah putih.
Para peneliti menemukan bahwa antibiotik menghancurkan bakteri baik, yang akibatnya merusak kemampuan sel darah putih dari melawan infeksi jamur, seperti Candida, dalam pengaturan laboratorium. Dengan kata lain, antibiotik melukai respons kekebalan tubuh sendiri dan membuatnya sulit untuk melindungi diri terhadap kuman berbahaya.
5. Meminum Antibiotik Tanpa Arahan Dokter Juga Bisa Picu Alergi
Bahaya antibiotik untuk kalian yang mengonsumsi obat antibiotik dengan mengandalkan takaran sendiri dan tanpa resep dokter dapat berisiko mengalami reaksi alergi. Bila jenis antibiotik yang kalian konsumsi ternyata kurang sesuai dengan kebutuhan tubuh yang sebenarnya, maka akan sulit bagi tubuh untuk menoleransi obat tersebut
Hal ini cenderung akan menimbulkan reaksi alergi. Jika reaksi alergi sampai muncul, biasanya kalian akan mengalami pembengkakan pada lidah, wajah, dan bahkan akan timbul ruam pada kulit. Hal yang lebih serius juga bisa muncul, misalnya kesulitan bernapas atau yang dikenal juga dengan istilah anafilaksis.
6. Rawan Terkena Infeksi Jamur Juga Jadi Salah Satu Bahaya Konsumsi Antibiotik Semabarangan
Seperti yang dibahas sebelumnya, penggunaan antibiotik dapat mengurangi jumlah bakteri baik di dalam tubuh. Ketika jumlah bakteri baik tersebut berkurang, maka jamur akan mudah tumbuh. Penyakit infeksi jamur ini biasanya muncul berupa sariawan di mulut, yang disebut kandidiasis oral.
Pada wanita, efek samping antibiotik bisa berupa infeksi jamur vagina yang menimbulkan keluhan gatal dan perih pada vagina, nyeri saat berhubungan intim, anyang-anyangan, hingga keputihan dengan bau tidak sedap. Jadi jangan coba-coba minum antibiotik tanpa instruksi dokter ya.
7. Yang Terparah, Konsumsi Antibiotik Sembarangan Bisa Sebabkan Gagal Ginjal
Ginjal bertanggung jawab untuk mengeluarkan racun, termasuk obat-obatan, dari darah dan tubuh melalui urin. Antibiotik yang berlebihan dan tak terhitung dosisnya dapat membebani dan merusak ginjal.
Seiring bertambahnya usia, ginjal juga secara alami menjadi kurang efektif. Dokter akan sering meresepkan orang yang lebih tua atau orang dengan kondisi ginjal untuk antibiotik dosis rendah. Nah bagi kalian yang memiliki resiko penyakit ginjal, selalu minta saran dokter saat mengonsumsi antibiotik ya.
Intip juga yuk beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat minum obat di sini. Simak juga beberapa aplikasi yang bisa kalian gunakan untuk konsultasi dengan dokter di sini.