Kisah perjuangan Sara Wijayanto yang terus kesakitan saat berkali-kali menjalani proses hidrotubasi demi mendapatkan momongan, saat ini telah pasrah soal anak?
- Ruth Meliana
- Jumat, 13 Maret 2020 - 16:25 WIB
WowKeren - Pasangan selebriti Sara Wijayanto dan Demian Aditya sudah menjalani pernikahan hampir selama 6 tahun setelah mengikat janji sehidup dan semati pada 2014 silam. Namun, hingga saat ini pasangan ini masih belum kunjung dikaruniai buah hati.
Sara dan Demian mengaku jika keduanya sama sekali tidak bermaksud menunda sejak awal pernikahan mereka. Menurut keduanya, mereka sudah berusaha keras untuk selalu mendapatkan momongan namun masih belum juga berhasil sampai sekarang.
Sara menceritakan melalui akun YouTube pasangan Ussy Sulistiawaty dan Andhika Pratama. Ia menceritakan jika saking inginnya memiliki momongan, ia memutuskan untuk mengikuti program kehamilan selama satu tahun.
"Jadi tuh awal aku berpikiran, 'Wah kalau sudah menikah itu harus segera punya anak'," ungkap Sara seperti dikutip dalam tayangan YouTube Ussy Andhika, Rabu (11/3). "Dan, kayak semua orang pastinya pengin, keluarga pastinya (juga pengin). Jadi, kita programlah ya, setahun program."
Pada awal-awal menjalani program, Sara mengaku dirinya memiliki harapan yang begitu tinggi. Akibatnya, ia sering merasa begitu depresi saat jadwal menstruasinya. "Akhirnya harapan aku tinggi. Justru pada saat melakukan program itu aku kayak depressed gitu lho. Setiap kali haid, aku kayak breakdown," cerita Sara.
Pemain film "The Doll" ini menceritakan salah satu proses dalam menjalani program kehamilan yang membuatnya begitu merasa sengsara. Program tersebut adalah hidrotubasi yang diakuinya membuatnya begitu kesakitan. Ia mengaku telah menjalani hidrotubasi selama enam kali.
Hidrotubasi merupakan teknik dengan penyuntikan cairan ke dalam saluran tuba melalui leher rahim. Itu merupakan tindakan untuk mengecek ada atau tidaknya sumbatan pada saluran telur atau tuba falopi.
Awalnya, Sara diyakinkan dengan sang dokter bahwa proses ini tak akan terasa sakit. Namun, proses ini setelah dilalui begitu membuatnya trauma lantaran ia tak tahan dengan rasa sakit saat dokter memasukkan cairan ke dalam leher rahim untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan Histerosalpingografi (HSG).
"Aku sudah enam kali hidrotubasi. Habis itu aku pindah dokter, akhirnya cek semua. Pada saat cek aku harus HSG kalau enggak salah namanya," kata Sara. "Dan, sebelum difoto aku harus dimasukin cairan, taunya sakit banget."
Melihat sang istri yang begitu tersiksa dengan program kehamilan, Demian sebagai suami lantas mendukung apapun keputusan Sara. Menurutnya, ia begitu egois sebagai laki-laki jika terus menuntut untuk memiliki anak. Saat ini, Sara dan Demian mengaku sudah ikhlas soal masalah anak.
"Kadang kita tuh sensitif banget kalau ada netizen yang main asal tulis, 'Kenapa sih enggak pengin punya anak?'. Itu kita sensitif banget," ucap Demian. "Karena mereka enggak tahu up and down-nya kita pengin punya anak setahun pertama."
"Lihat Sara begitu, gue sebagai laki-laki rasanya egois kalau nuntut untuk punya anak," sambungnya. "Sekarang aku doanya, ya Tuhan kalau emang belum dikasih aku ikhlas, tapi kalau dikasih aku bersyukur sekali. Kalau belum, berarti aku harus melakukan hal yang lain."
(wk/lian)