Trump Klaim 'Resep' Obat Malaria Bisa Sembuhkan Corona, Apa Benar?
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan jika 'resep' obat malaria dapat menyembuhkan orang yang terkena virus corona (COVID-19). Apa benar?

WowKeren - Wabah virus corona (covid-19) saat ini dilaporkan menewaskan hampir 9.000 orang. Virus yang pertama kali muncul di pasar ikan dan hewan Wuhan, Tiongkok ini seolah tidak dapat dihentikan lantaran terus menyebar ke berbagai negara di belahan dunia lainnya. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan wabah virus corona sebagai pandemi.

Sejumlah negara lantas menerapkan kebijakan masing-masing guna mengantisipasi penyebaran virus corona. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump lantas mengatakan upaya negaranya dalam mengatasi virus corona dengan terus melakukan penelitian untuk menciptakan vaksin.

Trump bahkan menyatakan jika obat antimalaria bisa digunakan untuk mengobati orang yang terinfeksi virus corona. Pernyataan Trump ini disampaikan seiring dengan perkembangan positif vaksin virus corona yang dilakukan Prancis dan Tiongkok.

Menurut penjelasan Trump, obat tersebut telah mendapatkan persetujuan dari dokter di AS. Bahkan, ia juga secara sesumbar mengatakan jika obat antimalaria untuk pasien corona tersebut dapat digunakan bagi pasien lupus, dan rheumatoid arhritis.

"Kami bisa membuatkan resep untuk obat itu (antimalaria) segera," kata Trump di sela konferensi media, Kamis (19/3). "Dan di situlah hebatnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA)."


Dilansir CNN, obat antimalaria yang dimaksud Trump adalah chlroquine dan hydroxychloroquine. Kedua obat tersebut sejauh ini masih belum mendapatkan izin resmi untuk di uji coba pada pasien yang terkena virus corona di AS.

Sementara itu, pihak FDA mengatakan akan melakukan penelitian lebih lanjut. FDA akan bekerja sama dengan produsen lokal untuk menambah produksi sembari mempelajari khasiatnya seperti yang dikatakan oleh Trump.

"Jika ada obat eksperimental yang kemungkinan tersedia, dokter bisa meminta obat itu untuk digunakan pada pasien," jelas Komisaris FDA, Stephen Hahn menanggapi pernyataan Trump. "Kami memiliki kriteria untuk itu dan persetujuan yang sangat cepat."

"Itu (obat antimalaria) adalah obat yang diperintahkan presiden untuk kita teliti lebih lanjut," sambungnya. "Apakah penggunaannya bisa diperluas untuk memberikan manfaat bagi pasien (Covid-19)."

Obat chlroroquine dan hydroxychloroquine sendiri selama ini memiliki kandungan yang digunakan untuk mengobati malaria selama bertahun-tahun. Namun, sejumlah peneliti masih melakukan penelitian lebih lanjut guna membuktikan apakah obat malaria benar-benar dapat menyembuhkan pasien corona sesuai yang dikatakan Trump.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts