Gunakan Penonton Bayangan Hingga Siarkan Film Lawas, Begini Dampak Corona Untuk Stasiun TV
Instagram/matanajwa
TV

Imbauan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona dengan menghentikan produksi syuting membuat stasiun televisi harus menerapkan strategi baru pada siarannya.

WowKeren - Wabah virus corona di Indonesia semakin meresahkan publik. Rupanya hal tersebut juga berdampak pada siaran stasiun televisi. Mengingat sebelumnya presiden Joko Widodo memberikan himbauan untuk bekerja dari rumah sesuai konsep social distancing yang diatur dalam UU No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

"Kami mengimbau para Pimpinan Divisi Program Stasiun Televisi untuk menghentikan sementara kegiatan syuting," demikian isi surat imbauan itu. "Juga mengurangi kegiatan melibatkan orang atau kru dalam jumlah banyak demi menekan penyebaran COVID-19. Saat ini yang terpenting adalah menjaga keselamatan diri dan orang lain. Kerja sama semua pihak sangat diperlukan untuk mengatasi krisis ini."


Kini sejumlah stasiun televisi melakukan penyesuaian atas himbaun tersebut. Tidak adanya produksi syuting membuat stasiun televisi akhirnya menghadirkan program pengganti. ANTV sudah melakukan hal tersebut dengan mengganti sinetron "Bawang Putih Berkulit Merah" dengan menyiarkan tayangan film lawas Suzzanna.

Sementara itu, RCTI menyiarkan tayangan ulang sinetron "Dunia Terbalik" yang sempat menjadi primadona sejak tayangan perdananya pada 2017 silam. Sinetron ini juga berhasil bertahan selama tiga tahun dan sudah membukukan lebih dari 2.000 episode.

Di sisi lain, SCTV tetap mempertahankan sinetron "Samudra Cinta" yang saat ini selalu menduduki puncak rating. Namun SCTV mengakalinya dengan lebih banyak menampilkan adegan flashback. Sehingga alur cerita di sinetron tersebut menjadi maju mundur. Tak hanya "Samudra Cinta", SCTV juga mneerapkan hal serupa pada sinetron "Anak Langit" dan "Istri Kedua".

Lebih lanjut, Trans7 malah tetap melakukan produksi syuting untuk program talk show "Ini Baru Empat Mata". Hanya saja pihaknya sudah tidak melibatkan penonton untuk turut syuting di studio. Sebagai gantinya, program ini menggunakan penonton bayangan dengan menempatkan gambar orang di kursi penonton.

Lantas program "Indonesia Lawyer Club" di TV One dan "Mata Najwa" di Trans7 juga tetap melakukan syuting. Namun mereka menghadirkan narasumber lewat video call.

(wk/lail)

You can share this post!

Related Posts