Gambar Tak Senonoh Muncul Saat Belajar Online, Singapura Larang Guru Gunakan Zoom
Dunia
Pandemi Virus Corona

Sejumlah negara telah melarang dan membatasi penggunaan aplikasi zoom di tengah pandemi corona. Kali ini giliran Singapura setelah insiden zoombombing yang terjadi pada awal negara tersebut melakukan lockdown.

WowKeren - Adanya pandemi corona di sejumlah negara di dunia membuat pemerintah menganjurkan agar warganya tetap berada di dalam dan tidak keluar rumah demi menekan penyebaran virus mematikan tersebut. Akibatnya, sejumlah kegiatan seperti belajar dan bekerja pun harus dilakukan secara online.

Aplikasi Zoom sempat menjadi primadona lantaran dapat menggelar virtual meeting, belajar online, atau hanya sekadar melakukan video call dengan rekan dan keluarga. Sayangnya, aplikasi tersebut mulai ditinggalkan lantaran berbagai masalah yang muncul seiring berjalannya waktu.

Seperti data pengguna yang tiba-tiba disebarkan ke Facebook hingga dark web, hingga Zoombombing yang merupakan serangan cyber berupa gangguan dari luar yang membajak video konferensi dengan mengirim gambar-gambar porno atau ujaran kebencian disertai ancaman, sehingga menghentikan segala interaksi sosial online yang sedang dilakukan.

Di Singapura sendiri penggunaan aplikasi Zoom oleh para guru telah dilarang pemerintah. Larangan ini terhitung sejak Jumat pada minggu pertama negara Patung Singa tersebut menerapkan lockdown.


Pada saat itu, terjadi insiden serius yang mana gambar porno muncul di layar dan muncul komentar mesum seorang pria terhadap para gadis di tengah streaming pelajaran geografi digelar. Zoom Video Communications Inc ZM.O mengaku bahwa muncul masalah keamanan dan privasi tentang aplikasi telekonferensi tersebut.

"Ini adalah insiden yang sangat serius. MOE (Kementerian Pendidikan) saat ini sedang menyelidiki kedua pelanggaran dan akan mengajukan laporan polisi jika diperlukan," kata Aaron Loh dari divisi teknologi pendidikan kementerian. "Sebagai tindakan pencegahan, para guru akan dilarang menggunakan Zoom hingga permasalahan keamanan selesai."

Sebelumnya, sejumlah negara telah membatasi bahkan melarang warganya menggunakan aplikasi Zoom. Seperti Amerika Serikat (AS), Taiwan dan Jerman.

Sementara Google Alphabet Inc melarang penggunaan versi desktop Zoom dari laptop perusahaan pada Rabu lalu. Sejumlah permasalahan tersebut disebabkan maraknya zoombombing yang mengganggu kegiatan para pengguna.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts