Kasus corona di Amerka Serikat dinilai mulai mereda, hal ini membuat pemimpin dari sejumlah negara bagian memiliki rencana untuk membuka lockdown seperti keinginan Presiden AS Donald Trump beberapa waktu lalu.
- Nidya Putri
- Selasa, 14 April 2020 - 10:47 WIB
WowKeren - Tujuh negara bagian di timur laut Amerika Serikat (AS) dan tiga negara bagian Pantai Barat bersatu pada hari Senin dalam pakta regional untuk membuka kembali ekonomi secara terkoordinasi dan bertahap usai krisis corona dinilai mulai mereda.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh kelompok gubernur Pantai Timur yang dipimpin New York. Kesepakatan serupa juga disetujui oleh negara bagian California, Oregon, dan Washington. Kini hanya tinggal menunggu keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menentukan hasil akhirnya.
Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan rekannya di New Jersey, Connecticut, Delaware, Pennsylvania dan Rhode Island untuk menyusun strategi terbaik mengurangi pesanan tinggal di rumah yang berlaku bulan lalu.
Massachusetts kemudian mengumumkan akan bergabung dengan koalisi Pantai Timur. "Tidak ada yang pernah ke sini sebelumnya, tidak ada yang punya semua jawaban," kata Cuomo yang negaranya telah menjadi pusat pandemi global virus COVID-19. “Mengatasi kesehatan masyarakat dan ekonomi: Mana yang lebih dulu? Kedunya sama-sama harus didahulukan."
Tiga negara Pantai Pasifik mengumumkan mereka juga berencana untuk mengikuti untuk mencabut langkah social distancing. Namun mereka perlu melihat penurunan jumlah penyebaran virus terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan tersebut.
Sepuluh gubernur yang berasal dari demokrat kecuali Charlie Baker tidak memberikan batas waktu untuk mengakhiri lockdown-nya. Namun, mereka saat ini tengah setres memikirkan keputusan kapan dan bagaimana caranya untuk kembali membuka bisnis, sekolah dan kampus namun tetap mengutamakan kesehatan warganya.
Di negara bagian yang dipimpin oleh Cuomo sendiri terdapat jumlah terbesar kematian kumulatif yaitu lebih dari 10.000 jiwa. Sementara itu, J.B. Pritzker dari Illinois mengusulkan bahwa pembukaan kembali negara bagiannya dapat terjadi secara bertahap dan disertai dengan persyaratan baru dengan menggunakan masker di tempat-tempat umum dan batas kapasitas tempat kerja. "Yang paling penting adalah keselamatan dan kesehatan," katanya.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump masih bersikukuh untuk membuka kembali lockdown negaranya demi perekonomian. Presiden berusia 73 tahun tersebut bahkan secara khusus menyatakan maksudnya untuk kembali membuka aktivitas perekonomian di seluruh negara bagian AS pada 1 Mei mendatang. Keinginan Trump ini berdasarkan pertimbangan perekonomian AS yang tidak boleh mengalami penurunan.
Di Amerika Serikat sendiri total kasus COVID-19 sudah menembus angka 587.155 pada Selasa (14/4). Dengan jumlah total kematian sebanyak 23.644 korban jiwa.
(wk/nidy)