Corona Diklaim Bikin Resesi, Bos Amazon Justru Cetak Laba Besar dan Jadi Orang Terkaya Dunia
Getty Images
Dunia

Pandemi virus Corona disebut-sebut bisa menyebabkan ekonomi dunia terpuruk, bahkan resesi. Namun kondisi ini tampaknya tak mempengaruhi aset CEO Amazon, Jeff Bezos, yang justru mengalami peningkatan.

WowKeren - Sektor ekonomi ikut dibuat babak belur oleh pandemi virus Corona. Bahkan beberapa pakar ekonomi, baik dari dalam Indonesia maupun dunia, sudah menyampaikan kekhawatiran mereka ekonomi global akan terperosok dalam jurang resesi.

Namun kekhawatiran itu tampaknya tak perlu dirasakan oleh direktur dan pendiri Amazon, Jeff Bezos. Sebab dilansir dari Quartz, aset kekayaan Bezos mengalami peningkatan sampai sebesar USD 24 miliar di tengah lockdown besar-besaran di berbagai wilayah.

Dengan kenaikan sebesar itu, Bezos pun resmi menjadi orang terkaya di dunia dengan kekayaan bersih USD 143,1 miliar. Angka ini lebih besar USD 40 miliar dari kekayaan bersih orang terkaya dunia kedua, Bill Gates, dan hampir dua kali lipat lebih besar dari aset investor Warren Buffett.

Banyak pihak mengaitkan keuntungan besar yang Bezos terima sebagai akibat dari lockdown yang diberlakukan di berbagai negara. Sebab, seperti diketahui, Amazon merupakan marketplace atau e-commerce yang bergerak dibidang penyediaan barang belanjaan dan kebutuhan rumah tangga.


Bermodal satu klik, pengguna Amazon bisa mendatangkan kebutuhan mereka sembari di-lockdown karena wabah Corona. Aplikasi ini semakin banyak diakses karena dilengkapi dengan layanan digital streaming seperti Prime Video dan Twitch.

Apalagi kekinian belum diketahui sampai kapan pandemi akan menyebabkan masyarakat terkurung di rumah masing-masing. Tentu saja retail daring seperti Amazon atau e-commerce lain akan sangat diuntungkan dengan kondisi ini.

Pada akhir Maret 2020 lalu, Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menyebut Indonesia patut mewaspadai potensi resesi yang telah ditandai dengan maju-mundurnya investor dalam menanamkan modalnya. Apalagi karena situasi COVID-19 di Indonesia cukup mengkhawatirkan dengan jumlah penderita yang terus melonjak walau saat ini rasio pasien sembuh terhadap meninggal sudah jauh lebih baik.

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga sempat mengungkapkan kekhawatirannya soal kondisi ekonomi Indonesia di tengah pandemi. Bahkan mantan Direktur Bank Dunia itu sempat memprediksi ekonomi Indonesia tidak bertumbuh alias hanya 0 persen.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait