Orang yang sedang sakit memang mendapat keringanan untuk tidak menjalankan ibadah puasa Ramadan. Namun bagi pasien COVID-19 dengan gejala ringan atau bahkan tak bergejala masih diizinkan berpuasa.
- Apr 24, 2020
WowKeren - Merokok jelas menjadi pantangan dalam setiap proses penyembuhan penyakit infeksi pernapasan. Namun studi soal COVID-19 menunjukkan perokok berisiko lebih besar mengalami komplikasi karena kondisi paru-parunya yang sudah tidak normal.
Dokter penyakit menular dari Cleveland Clinic Abu Dhabi, Dr. Fernanda Bonilla, menganggap situasi ini seharusnya bisa menjadi pemicu untuk menghentikan kebiasaan merokok. Apalagi mengisap lintingan zat adiktif itu juga bisa membatalkan puasa Ramadan.
"Ramadan adalah saat ideal untuk menghentikan kebiasaan itu. Orang-orang akan bisa melihat peningkatan jelas pada kesehatan mereka dalam beberapa hari atau minggu usai berhenti (merokok), sehingga mengurangi risiko terkena gejala parah dari infeksi," kata Dr. Bonilla.
(wk/elva)