Kemelut Pendanaan WHO di Tengah Pandemi Corona: AS Ngotot Setop, Tiongkok Siap 'Ambil Alih'
Dunia

Amerika Serikat berhenti menjadi donatur terbesar bagi WHO usai sang presiden, Donald Trump, menilai organisasi itu bekerja begitu lamban dalam menangani wabah COVID-19.

WowKeren - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk menghentikan pendanaan terhadap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal ini dilakukan usai Trump menilai WHO terlalu lamban dalam bertindak hingga pandemi meluas sedemikian hebat sekarang.

Baik WHO maupun negara-negara lain sudah menyuarakan protes mereka atas kebijakan Trump. Namun bak tak didengar, baru-baru ini, Menteri Sekretaris Negara Amerika Serikat, Mike Pompeo mengungkap potensi negaranya tak akan lagi membiayai WHO.

Perihal pemotongan anggaran untuk WHO itu bukan satu-satunya "ancaman" yang disampaikan Pompeo ketika diwawancarai Fox News pada Rabu (22/4) malam waktu setempat. Pompeo juga menyatakan pihaknya tengah mengkaji potensi untuk mendorong WHO melakukan restrukturisasi.

"Perlu ada perubahan struktural WHO agar kinerjanya membaik," ujar Pompeo, seperti dilansir dari Channel News Asia, Jumat (24/4). "Tak hanya itu, Amerika Serikat mungkin tak akan bisa lagi mengalirkan pajak yang dibayarkan rakyat ke WHO."


Jelas situasi ini patut menjadi perhatian banyak pihak, mengingat WHO merupakan organisasi sentral dalam penanganan wabah COVID-19. Namun setidaknya saat ini Tiongkok sudah berkenan memberikan jalan keluar sementara, yakni dengan menambah bantuan dana untuk organisasi tersebut.

Dilansir dari Reuters, Tiongkok disebut-sebut akan mengalirkan dana tambahan sebesar USD 30 juta sebagai upaya untuk membantu pengentasan pandemi virus Corona. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunyin lewat Twitter-nya pada Kamis (23/4).

Menurutnya dana bantuan itu ditujukan untuk meningkatkan kekuatan sistem kesehatan di berbagai negara. Selain itu, Tiongkok juga sudah mengalirkan dana tambahan sebesar USD 20 juta ke WHO pada Maret 2020 lalu.

Sementara itu, "kemarahan" Trump atas WHO tak hanya semata-mata karena taipan properti itu menilai penanganan COVID-19 begitu terlambat. Trump juga menilai WHO terlalu memihak kepada Tiongkok ketika seharusnya lebih "condong" ke AS sebagai donatur terbesar.

"Padahal kalian tahu WHO mendapat asupan dana terbesar dari Amerika Serikat, tetapi mereka sangat Cinasentris," kata WHO pada Selasa (7/4) lalu. "Kami sangat menyadari hal itu."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait