Jangan Panik, 7 Tanda Ini Tunjukkan Kalian Cuma Alergi Dan Bukan Terinfeksi COVID-19
Health

Jika kalian seorang penderita alergi, batuk atau bersin terasa seperti itu bisa menjadi sesuatu yang lebih serius. Namun, ada perbedaan yang jelas antara alergi dan gejala COVID-19 dan dapat membantu menenangkan pikiran. Apa saja?

WowKeren - Alergi dan infeksi COVID-19 merupakan kedua penyakit yang menyerang saluran pernafasan. Pada pengidap virus corona, virus akan menyerang saluran pernapasan dan mengakibatkan gejala sesak napas muncul. Begitu juga pada pengidap alergi seperti alergi serbuk sari atau debut.

Ketika pandemi COVID-19 pertama kali menyerang Amerika, negara tersebut sedang berada tepat di tengah musim flu. Tetapi sekarang, ketika bergerak melalui bulan April dan ke bulan Mei, penularan COVID-19 yang mematikan sedang diselaraskan dengan penderitaan musiman lainnya yakni musim alergi.

Jika kalian seorang penderita alergi, batuk halus atau bersin terasa seperti itu bisa menjadi sesuatu yang lebih serius. Namun, ada perbedaan yang jelas antara alergi dan gejala COVID-19 yang dapat membantu menenangkan pikiran kalian. Apa saja? Berikut tim WowKeren rangkum untuk mengetahui cara membedakan keduanya, menurut dokter. Yuk simak!

(wk/putr)

1. Hidung Berair


Hidung Berair

Ketika sampai pada menentukan apakah kalian mengalami alergi atau gejala coronavirus, indikator yang paling dapat diandalkan adalah hidung. Menurut Lisa Ballehr, DO, dari Institute for Functional Medicine, "kalian kemungkinan besar tidak akan mengalami hidung tersumbat atau berair sebagai gejala COVID-19."

Shileile Nyenhuis, MD, seorang profesor di Universitas Illinois di Chicago dengan keahlian dalam alergi dan asma juga setuju akan hal itu. "Jauh lebih umum mengalami pilek dengan alergi pada umumnya, sedangkan pilek pada COVID-19 terjadi kurang dari 10 persen," katanya kepada The Chicago Tribune.

2. Masih Bisa Mencium Aroma Dengan Baik


Masih Bisa Mencium Aroma Dengan Baik

Salah satu gejala umum yang muncul dari coronavirus adalah hilangnya penciuman atau yang juga dikenal sebagai anosmia. Jadi, jika kalian tidak mengalami masalah itu, gejala pernapasan kalian mungkin hanya alergi. "Kalian mungkin mengalami kehilangan penciuman sebagai gejala awal (COVID-19). Alergi pada umumnya tidak menyebabkan hilangnya penciuman," kata Ballehr.

3. Tidak Demam


Tidak Demam

Seperti yang mungkin sudah kalian dengar, demam adalah salah satu tanda dari coronavirus. "Hal terbesar dengan COVID-19 adalah lebih dari 80 persen orang akan mengalami demam, bahkan dengan kasus ringan. Dan pada pasien dengan alergi, demam tidak terjadi," ungkap Nyenhuis.

4. Tidak Sesak Nafas


Tidak Sesak Nafas

Hal ini diungkapkan oleh Subinoy Das, MD, kepala petugas medis Tivic Health dan CEO Institute for Advanced Sinus Care and Research. Ia mencatat bahwa sesak napas pada umumnya juga tidak berhubungan dengan alergi, meskipun itu adalah gejala kunci dari COVID-19.

"Gejala COVID-19 mungkin termasuk pengembangan sesak napas. Biasanya lima sampai sepuluh hari setelah pengembangan demam awal," kata Das.

5. Tidak Mual, Muntah Atau Diare


Tidak Mual, Muntah Atau Diare

Beberapa pasien yang dites positif COVID-19 mengalami diare, muntah, dan mual. Sebuah studi baru-baru ini dari Kelompok Ahli Perawatan Medis Wuhan untuk COVID-19 menemukan bahwa 48,5 persen pasien coronavirus mengatakan "keluhan utama" gangguan pencernaan.

Gangguan pencernaan itu diantaranya adalah gejala pencernaan, termasuk diare, sakit perut, kehilangan nafsu makan, sakit perut, dan muntah. Tentu saja, itu sama sekali bukan gejala alergi musiman yang umum.

6. Gatal-gatal


Gatal-gatal

Selain mengganggu saluran pernafasan, alergi juga kerap menyebabkan gatal-gatal dan nyeri di tubuh. Alergi kemungkinan dapat menyebabkan mengi, terutama pada penderita asma. Gejala yang disebabkan alergi lebih bervariasi tergantung dengan kondisi lingkungan.

"Ada yang memburuk karena paparan debu, serbuk sari, atau bulu binatang, sedangkan gejala flu cenderung bertahan terlepas dari waktu, hari, cuaca, lokasi, atau faktor lingkungan lainnya," kata Dr David M. Cutler, dokter di Providence Saint Johns Health Center di Santa Monica, California.

7. Gejala Berhenti Sewaktu-waktu Dan Datang Kembali


Gejala Berhenti Sewaktu-waktu Dan Datang Kembali

Gejala virus Corona sendiri biasanya muncul 2 hingga 14 hari setelah terkena paparan virus. Namun, menurut WHO, ada beberapa orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apa pun, bahkan tidak merasa bahwa dirinya sedang sakit. Orang-orang ini masih dapat menularkan virus kepada orang-orang di sekitar mereka, meskipun mereka tidak merasakan gejalanya.

Di sisi lain, alergi biasanya lebih kronis dengan gejala yang muncul dan hilang selama berhari-hari bahkan bisa sampai bertahun-tahun. Alergi juga biasanya tidak memiliki gejala demam atau nyeri pada tubuh.

Intip juga yuk beberapa tips saat mencuci pakaian agar terhindar dari virus corona di sini. Simak juga artikel ini untuk mengetahui tips mengambil uang di ATM selama wabah Corona berlangsung.

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait