Ribuan Ubur-Ubur 'Serbu' Pembangkit Listrik, PLTU Paiton Sigap Lakukan Ini
SerbaSerbi

Selain menggunakan metode yang ramah lingkungan untuk menghalau ubur-ubur, Unit Pembangkit (UP) PT PJB Paiton memastikan agar biota laut tetap terjaga kelestariannya.

WowKeren - Ribuan ekor ubur-ubur bergerak mendekati Unit Pembangkit (UP) PT PJB Paiton 1 dan 2 yang berlokasi di Kabupaten Probolinggo. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (28/4) dini hari dan terlihat di sekitar bawah conveyor.

Pergerakan ribuan ubur-ubur tersebut merupakan fenomena alam. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Mustofa Abdillah General Manager UP Paiton 1 dan 2. Adapun peristiwa ini bukan yang pertama kalinya terjadi di sana.

Sebelumnya, fenomena serupa sempat terjadi pada tahun 2016 silam. Untuk memastikan agar pembangkit listrik tidak mengalami gangguan, maka pihaknya lebih sigap melakukan penanganan.

"UP Paiton memang sebelumnya pernah mengalami hal serupa, dan pada fenomena kali ini kami lebih siap melakukan penanganan," kata Mustofa dilansir Antara, Rabu (29/4). "Sehingga pembangkit yang memiliki daya terpasang 2×400 MW ini tidak terganggu."


Ia menjelaskan jika pihaknya mengedepankan kehati-hatian dalam menangani ribuan ubur-ubur tersebut. Selain menggunakan metode yang ramah lingkungan, ia memastikan agar biota laut tersebut tetap terjaga kelestariannya.

Hal itu dilakukan dengan menggunakan tiga lapis pengaman berupa jaring-jaring. Jaring-jaring yang pertama dipasang di intake kanal. Pemasangan jaring-jaring tersebut dimaksudkan agar ubur-ubur tidak masuk ke intake kanal. Lalu kedua adalah dengan memasang pengaman di wilayah pompa. Hal ini dilakukan agar ubur-ubur tidak tersedot pompa.

Pengamanan berikutnya yakni memasang jaring di depan area mesin. Tujuannya, untuk mencegah ubur-ubur masuk ke area mesin sehingga dikhawatirkan bisa mengganggu operasional PLTU.

Selain itu, Paiton juga meminta bantuan para nelayan sekitar untuk menggiring ubur-ubur tersebut kembali ke laut. Ubur-ubur yang mendekat akan dijaring menggunakan jala nelayan untuk dikembalikan ke tengah laut. Kedua cara tersebut dianggap lebih aman dan bisa menjaga kelestarian biota laut.

"UP Paiton juga menggandeng nelayan sekitar pembangkit untuk melakukan penanganan ‘kunjungan’ ubur-ubur itu dengan menggunakan tujuh perahu nelayan," jelas Mustofa. "Ubur-ubur itu dijaring menggunakan jala nelayan lalu digiring dan dilepas di tengah laut dengan tujuan menjaga kelestarian lingkungan dan tidak membunuhnya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait