Mantan Diplomat Korea Utara yang kini menjadi anggota parlemen di Korea Selatan, Thae Yong-Ho, menyebut bahwa rumor yang kini beredar terkait kondisi kesehatan Kim Jong Un tidak berdasar.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 29 April 2020 - 14:17 WIB
WowKeren - Kabar mengenai kondisi pimpinan tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong Un hingga kini masih simpang siur. Diketahui, Kim Jong Un sudah tidak pernah tampil di hadapan publik pertengahan April 2020 lalu hingga menimbulkan isu bahwa dirinya sudah meninggal setelah menjalani operasi jantung.
Kim Jong Un bahkan tidak menghadiri perayaan peringatan hari ulang tahun kakeknya sekaligus pendiri Korut, Kim Il-Sung, pada 15 April lalu. Pembelot Korut yang kini menjadi anggota parlemen di Korea Selatan, Thae Yong-Ho, lantas menyebut bahwa absennya Kim Jong Un dari perayaan yang disebut sebagai "Hari Matahari" itu membuktikan bahwa sang pemimpin tertinggi sedang sakit atau terluka.
"Kim Jong Un bukanlah satu-satunya pemimpin di Korut, tapi dia adalah cucu Kim Il-Sung. Di mata Korut, hal tersebut (absennya Kim Jong Un) benar-benar tidak normal," jelas Thae Yong-Ho dilansir CNN pada Rabu (29/4). "Aku tidak cukup yakin apakah dia (Kim Jong Un) benar-benar menjalani operasi atau apa pun. Tapi satu hal yang jelas, dia tidak dapat berdisi sendiri atau berjalan dengan baik."
Lebih lanjut, Thae Yong-Ho menilai bahwa rumor yang saat ini beredar terkait kondisi Kim Jong Un tidak akurat atau memiliki dasar. Pasalnya, kondisi pemimpin Korut tersebut dijaga dengan kerahasiaan tingkat tinggi.
"Satu-satunya orang yang dapat mengkonfirmasi kondisi sebenarnya kemungkinan adalah istri atau saudara perempuan Kim Jong Un, atau asisten dekatnya," ungkap mantan diplomat Korut tersebut. "Rumor mengenai posisi dimana Kim Jong Un berada, serta apakah dia menjalani operasi atau tidak, saya pikir itu tidak benar-benar didasarkan pada fakta."
Sebelumnya, seorang pejabat Korea Selatan telah menyatakan bahwa pemerintahnya tahu di mana lokasi Kim Jong Un berada. "Pemerintah paham di mana lokasi Kim Jong Un," kata Menteri Unifikasi Kim Yeon-chul dilansir New York Post, Selasa (28/4).
Sementara itu, media Korut sendiri tetap melaporkan jadwal rutin harian Kim Jong Un, yang dinilai menunjukkan bahwa pemimpin berusia 36 tahun tersebut tetap melakukan kegiatan kenegaraan secara normal. Kantor Berita Pusat Korut (KCNA) mengatakan pada Senin (27/4) malam bahwa Kim Jong Un mengirim surat berisi ucapan selamat kepada Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa. Hal tersebut diklaim sebagai laporan mengenai salah satu tugas kepemimpinannya.
(wk/Bert)