Para ilmuwan India mengidentifikasikan mutasi dari virus corona (COVID-19) yang disebut A2a. Bahkan mereka menyebut jenis mutasi ini lebih berbahaya daripada virus asli yang ada di Wuhan. Tiongkok.
- Trias Rohmadoni Alandari
- Rabu, 29 April 2020 - 15:32 WIB
WowKeren - Hingga saat ini virus corona (COVID-19) masih menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup manusia. Kabar terbaru, ilmuwan di India berhasil mengidentifikasi jenis mutasi dari virus Corona yang disebut cepat menyebar dan menjadi dominan di seluruh dunia.
Virus tersebut setidaknya telah bermutasi menjadi 10 jenis yang berbeda, salah satunya paling berbahaya. Mutasi yang dinamai A2a itu dilaporkan sebagai jenis yang berhasil cepat menyebar luas di tengah populasi manusia. Mereka menyebut A2a sebagai jenis yang lebih dominan muncul di dunia.
Bukan hanya itu, A2a diklaim jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan jenis virus asli dari Wuhan, Tiongkok yang disebut sebagai tipe O. Ahli genetika senior di Ilmuwan National Institute of Biomedical Genomics (NIBMG) India, Partha Majumder menyebut mutasi A2a lebih efektif menginfeksi manusia ketimbang mutasi lain.
"Kami percaya, bahwa jenis mutasi virus yang dominan menyebar di belahan dunia dan menyusup di tengah populasi manusia ini adalah A2a," kata Partha seperti dilansir dari Daily Star.
Partha mengatakan usai mutasi virus berhasil diidentifikasikan, para ilmuwan kini berusaha untuk mendapatkan vaksin penangkalnya. Dari penelitian yang mereka lakukan, jenis virus A2a tersebut ditemukan sebanyak 51 persen pada 3.636 pasien COVID-19 di 55 negara.
Dari studi bulan Februari dan Maret, para ilmuwan India menemukan jenis A2a terbanyak ada di Brasil, Kongo, Islandia, Italia, Spanyol, Inggris dan Amerika Serikat. Namun data dari Tiongkok belum tersedia sejak akhir Februari sehingga mereka belum bisa memastikan A2a menyebar di sana atau tidak.
Sementara itu hingga saat ini berdasarkan data pada Worldmeter, per Rabu (29/4), kasus positif corona sudah tembus 3 juta yakni 3,146,397 dengan angka kematian mencapai 218,149 di seluruh dunia serta pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 961,785 orang. Meski demikian, WHO mengingatkan bahwa pandemi corona masih jauh dari kata "akhir".
(wk/tria)