Selain warga, persatuan dokter di Italia juga mengajukan gugatan terkait ketersediaan alat pelindung, yang menyebabkan tenaga medis rentan tertular corona saat merawat pasien.
- Luthfiatun Nisa
- Rabu, 29 April 2020 - 15:48 WIB
WowKeren - Warga Italia dan Asosiasi Dokter secara resmi melayangkan tuntutan pada Pemerintah terkait penanganan virus corona (COVID-19) di negara tersebut. Jaksa Penuntut Umum di Bergamo, Maria Cristina Rotta menyatakan bahwa tuntutan sudah dilayangkan.
Dilansir dari CNN, seorang warga asal Bergamo bernama Luca Fusco menginisiasi berdirinya grup Facebook bernama "Noi Denunceremo" yang berarti "Kami Mengecam Kamu". Grup ini dibentuk sebagai sebuah peringatan untuk menuntut Pemerintah Italia bertanggung jawab atas penyebaran pandemi corona di negara mereka.
Grup tersebut memiliki 48 ribu anggota dan misi grup tersebut adalah memastikan hal yang terjadi terkait penyebaran corona di Italia. Mereka menilai bahwa pemerintah Italia lalai dan menganggap remeh virus ini, hingga akhirnya penyebarannya menjadi tak terkendali.
"Kami tahu ada masalah, kami melihat ada indikasi menganggap remeh masalah tersebut. Kita sudah melihat kasus di Codogno, kita melihat kasus di Italia utara dan tidak ada seorang pun yang melakukan sesuatu di awal," kata Fusco.
Selain warga, persatuan dokter ANAAO juga mengajukan gugatan formal di 10 wilayah terkait ketersediaan alat pelindung untuk para tenaga medis. Mereka mengklaim bahwa petugas medis kekurangan alat pelindung diri (APD) dan menyebabkan mereka rentan tertular corona saat merawat pasien.
"Terjadi kekurangan alat pelindung diri yang memadai bagi dokter yang berjuang melawan pasien COVID-19. Angka infeksi (tenaga medis) yang tinggi berhubungan dengan kegagalan penyediaan masker kategori FFP2 dan FFP3," kata Sekretaris ANAAO, Carlo Palermo.
Sebelumnya, ANAAO sendiri melaporkan bahwa ada sekitar 150 dokter yang dinyatakan tewas usai merawat pasien corona. Para dokter yang meninggal merupakan tenaga medis yang terkena paparan langsung saat menangani pasien positif COVID-19. Dari data Asosiasi Dokter Italia, kematian tenaga kesehatan menyumbang angka 10 persen dari total kasus pasien meninggal akibat COVID-19.
Sementara itu, Asosiasi Kesehatan Italia, FNOMCeO, menyatakan jumlah total kematian tenaga medis di Italia termasuk dokter yang sudah pensiun dan bekerja lagi karena kebutuhan tenaga medis sangat tinggi. Pemerintah Italia sebelumnya diketahui memanggil para dokter yang sudah pensiun pada bulan Maret untuk membantu penanganan kasus infeksi virus corona yang semakin meningkat di Italia. Selain para dokter, media Italia juga melaporkan puluhan perawat dan asisten perawat juga tewas akibat COVID-19.
"Kami tidak lagi bisa mengizinkan para dokter dan petugas kesehatan kami dikirim untuk 'berperang' tanpa perlindungan terhadap virus," kata presiden FNOMCeO, Filippo Anelli di situs asosiasinya.
Jumlah kasus positif corona (COVID-19) di Italia makin membengkak. Tercatat, kasus COVID-19 di Italia telah menembus angka lebih dari 201 ribu pasien, dengan korban tewas sebanyak 27,359 jiwa.
(wk/luth)