Demam Tinggi hingga Radang, WHO Ungkap Gejala Langka Positif Corona pada Anak
Nasional

Tiga anak di Amerika Serikat yang terinfeksi virus corona tengah menjalani perawatan karena mengalami sindrom peradangan langka. Mereka juga mengalami demam tinggi.

WowKeren - Gejala yang diperlihatkan oleh setiap orang saat terjangkit virus corona (COVID-19) memang tidak sama antara yang satu dengan yang lainnya. Organisasi Kesehatan Dunia WHO menyebut jika sebagian besar anak-anak yang terinfeksi virus corona menunjukkan gejala ringan hingga bisa sembuh sepenuhnya.

"Saya ingin menekankan, untuk semua orang tua di luar sana," kata Dr Mike Ryan, ahli kedaruratan top WHO, pada konferensi pers virtual seperti dilansir Reuters, Kamis (30/4). "Sebagian besar, anak-anak yang terinfeksi COVID-19 akan memiliki gejala ringan dan sembuh sepenuhnya."

Namun di sejumlah negara, anak-anak menunjukkan gejala peradangan langka. Ahli dari Italia maupun Inggris tengah menyelidiki kemungkinan keterkaitan antara virus corona dengan penyakit radang parah pada bayi.

Tiga anak di Amerika Serikat yang terinfeksi virus corona tengah menjalani perawatan karena mengalami sindrom peradangan langka. Mereka tiba di rumah sakit dengan kondisi demam tinggi disertai peradangan pada pembuluh darah.


"Ada beberapa kejadian langka baru-baru ini, di mana anak-ana di beberapa negara Eropa yang memiliki sindrom peradangan ini, yang mirip dengan sindrom Kawasaki," kata ahli epidemiologi WHO, Dr. Maria van Kerkhove. "Tetapi tampaknya sangat jarang."

Ia menyebut pihaknya telah meminta jajaran dokter di seluruh dunia untuk mewaspadai hal ini. Hal ini diperlukan agar WHO dapat menelaah informasi secara keseluruhan.

"Kami telah meminta jaringan dokter dunia untuk mewaspadai hal ini," lanjut Maria. "Sehingga mereka memperoleh informasi secara sistematis, sehingga kami dapat lebih memahami dan memandu pengobatan."

Sementara itu, Kawasaki sendiri merupakan penyakit peradangan yang dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang pada jantung. penyakit ini sering dialami oleh anak di bawah usia 5 tahun.

Sebelumnya, departemen perawatan intensif di London yang merawat pasien anak-anak mengatakan adanya gejala yang tidak biasa. Gejala yang dimaksud termasuk "peradangan multi-sistem" dengan gejala seperti flu.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait