Sebelumnya, virus corona disebut-sebut tidak begitu berbahaya bagi anak-anak. Namun rupanya teori ini mulai banyak menimbulkan pertanyaan usai sejumlah anak dites positif.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 02 Mei 2020 - 09:26 WIB
WowKeren - Seorang gadis di negara bagian Amerika Serikat, Lousiana, mengalami hal yang tak biasa. Jantung Juliet Daly, gadis 12 tahun itu, sempat berhenti berdetak selama 2 menit usai memperlihatkan gejala langka berupa peradangan yang diyakini berkaitan dengan corona (COVID-19).
Para dokter di Inggris, Italia, dan Spanyol sempat bergulat dengan kasus kondisi jantung misterius pada anak. Anak-anak tersebut nyatanya juga dinyatakan positif corona usai dites.
Sebelumnya, virus corona disebut-sebut tidak begitu berbahaya bagi anak-anak. Namun rupanya teori ini mulai banyak menimbulkan pertanyaan usai sejumlah anak yang dites rupanya positif corona. Mereka mengembangkan gejala langka yang mirip sindrom Kawasaki.
Sindrom Kawasaki adalah suatu kondisi yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah yang pada umumnya menyerang anak di bawah usia 5 tahun. "Aku mati selama dua menit," kata Juliet kepada media setempat, Good Morning America, Rabu (29/4).
Tiga minggu sebelumnya, ia sempat diterbangkan secara darurat ke Pusat Medis Ochsner di New Orleans karena gagal jantung. Ia tidak memiliki gejala terinfeksi virus corona seperti yang selama ini muncul yakni demam, batuk, atau sesak napas. Namun ia mengakui jika perutnya amat sakit.
"Sakit di perutku tidak berhenti," kata dia menjelaskan. "Aku tidak ingin bergerak, aku tidak ingin hidup, aku hanya ingin semua ini berhenti."
Setelah ditempatkan pada ventitalor di ruang ICU dan tabung pernapasan diletakkan di tenggorokannya, jantungnya pun tiba-tiba berhenti berdetak. "Jika kita tidak membawanya ke rumah sakit tepat waktu, saya tidak berpikir semuanya akan baik-baik saja," kata Jennifer Daly, ibu Juliet.
Ahli jantung anak-anak Pusat Medis Ochsner Dr Jake Kleinmahon, mengatakan jika gadis 12 tahun tersebut didiagnosis dengan kondisi peradangan langka yang dapat menyebabkan pembengkakan arteri, mirip dengan penyakit Kawasaki. "COVID-19 dapat menginfeksi jantung dan dapat menyebabkan sel-sel di jantung menjadi tidak bahagia dan benar-benar mulai mati," katanya.
(wk/zodi)