Bill Gates Peringatkan Fatalnya Negara Yang Longgarkan ‘Lockdown’ Dan ‘Social Distancing'
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

Bill Gates memberikan peringatannya terhadap sejumlah negara yang sudah mulai melonggarkan aturan lockdown dan social distancing, bisa berdampak fatal?

WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) saat ini masih menjadi momok yang begitu menakutkan di dunia. Apalagi, virus ini belum juga ditemukan vaksinnya sehingga masih begitu mematikan bagi manusia. Berbagai negara pun melakukan berbagai kebijakan untuk mencegah penyebaran virus mulai pembatasan aktivitas hingga lockdown.

Bahkan, sudah ada beberapa negara yang dinilai sukses dalam menangani wabah virus corona setelah mengalami penurunan kasus, diantaranya adalah Tiongkok, Vietnam, hingga Selandia Baru. Sebagian negara juga sudah mulai melonggarkan kebijakan social distancing hingga lockdown sehingga masyarakat bisa melakukan aktivitasnya kembali.


Namun, pelonggaran aktivitas tersebut rupanya disoroti oleh pendiri Microsoft, Bill Gates. Ia memperingatkan pelonggaran aktivitas seperti social distancing (menjaga jarak) yang terlalu dini justru dapat berakibat fatal.

Bill Gates menjelaskan jika pelonggaran aktivitas berpotensi mengakibatkan bertambahnya korban jiwa akibat virus corona. Apalagi, dunia juga masih dihadapkan dengan kemungkinan adanya gelombang kedua wabah corona di masa depan.

Dilansir dari CNN, Bill Gates mengatakan hal tersebut setelah terus mendengar berbagai prediksi ahli soal musim panas yang bisa memperlambat penyebaran virus. Hal tersebut dinilai Gates telah membuat negara bisa berpuas diri dan santai-santai. Sontak, itu dapat berdampak buruk ketika musim gugur tiba.

”Itu benar (pelonggaran dapat berakibat fatal),” ujar Bill Gates seperti dilansir CNN pada Kamis (30/4) malam waktu setempat. “Akan ada kasus kematian di musim panas dan musim gugur, lebih banyak kematian daripada yang seharusnya terjadi.”

Sebelumnya, Bill Gates sempat mengatakan jika lockdown yang sukses harus dilakukan secara bertahap. Selain itu, lockdown juga harus mengikuti rekomendasi dari banyak pakar kesehatan, ekonom, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Bill Gates juga menekankan pentingnya setiap pemerintah negara untuk berpikir kritis dalam menangani wabah virus corona. Terutama, saat menerapkan langkah-langkah keselamatan kala aturan lockdown dicabut, serta memastikan pengujian diagnostik dan pelacakan kontak untuk memahami efek pelonggaran pembatasan terhadap penyebaran virus corona.

Berdasarkan data dari WHO hingga hari Sabtu (2/5), kasus positif virus corona di dunia mencapai lebih dari 3 juta orang dan ada 234.105 kematian. Amerika Serikat menjadi negara di urutan pertama dengan angka positif COVID-19 tertinggi yaitu 1.095.210. Sebanyak 155.737 dinyatakan sembuh dan 63.861 meninggal dunia.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts