PBB Berupaya Hentikan Konflik Dunia Selama 3 Bulan Akibat Pandemi Corona
Dunia

Usulan ini meliputi negara-negara berkonflik dan telah dalam pengawasan PBB seperti Suriah, Yaman, Afghanistan, Mali, Republik Afrika Tengah, Libya, Kolombia, dan Sudan.

WowKeren - Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dilaporkan berencana menangguhkan seluruh perang dan konflik yang terjadi di dunia atau humanitarian pause selama tiga bulan karena pandemi virus corona (COVID-19).

Dikutip dari CNN pada Sabtu (2/5), usulan ini pertama kali digagas oleh Prancis dan Tunisia pada pekan lalu. Awalnya, kedua negara hanya meminta 30 hari pelaksanaan humanitarian pause. Namun, kedua negara mengajukan draf resolusi baru yang telah direvisi pada Senin pekan ini.

Draf baru tersebut menyatakan, "Kepada seluruh pihak dalam konflik bersenjata untuk segera terlibat dalam jeda kemanusiaan setidaknya selama 90 hari berturut-turut."


Berdasarkan draf resolusi itu, disebutkan bahwa tujuan utama menerapkan humanitarian pause adalah untuk memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan yang aman, tanpa hambatan, dan berkelanjutan, serta penyediaan layanan terkait oleh para pelaku kemanusiaan.

Draf resolusi ini akan mencakup negara-negara berkonflik saat ini dan telah dalam pengawasan Dewan Keamanan PBB seperti Suriah, Yaman, Afghanistan, Mali, Republik Afrika Tengah, Libya, Kolombia, dan Sudan.

Sejauh ini belum ada tanggal penetapan pemungutan suara untuk merundingkan draf resolusi tersebut. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, telah menyerukan gencatan senjata global sesegera mungkin pada 23 Maret lalu. PBB menuturkan serangkaian upaya telah dilakukan untuk mengurangi intensitas konflik di masa pandemi ini.

Pada 25 Maret lalu, PBB juga telah membentuk rencana kemanusiaan dalam bentuk pengiriman bantuan terhadap negara-negara yang paling rentan terdampak pandemi. PBB memperkirakan dana itu bisa didapat dari Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF).

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait