Meningkatnya penularan virus corona membuat sebagian orang tua membiasakan anaknya untuk menggunakan masker saat bepergian atau di tengah keramaian. Namun, perlukah anak menggunakan masker saat keluar rumah?
- Putri Stevania
- Sabtu, 02 Mei 2020 - 20:01 WIB
WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) di Indonesia saat ini makin meningkat. Banyak wilayah telah mengeluarkan kebijakan demi mengurangi perluasan pandemi yang lebih besar. Salah satunya hal yang digadang-gadang akan berpengaruh dalam menekan penyebaran virus corona adalah menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah untuk orang sehat.
Selain itu, meningkatnya rasa takut akan penularan virus corona membuat sebagian orang tua membiasakan anaknya untuk menggunakan masker saat bepergian atau di tengah keramaian. Namun, perlukah anak menggunakan masker saat keluar rumah?
Bahkan beberapa orang juga memakaikan masker pada bayi mereka. Apakah hal ini aman untuk anak maupun bayi? Berikut tim WowKeren rangkum 7 hal yang perlu kalian ketahui sebelum memakaikan masker pada anak kalian apalagi seorang bayi. Yuk disimak!
(wk/putr)1. Perlukah Anak Pakai Masker
Dilansir dari Kumparan, menurut Inisiator Komunitas SafeKids Indonesia, Wahyu Setyawan Minarto, penggunaan masker pada anak-anak tidak akan efektif bila cara penggunaannya tidak benar. Maka, bila kalian ingin memakaikan si kecil masker, sebaiknya gunakan yang khusus untuk anak. Hal itu penting, agar penggunaan masker efektif untuk melindungi paparan debu hingga virus.
Di sisi lain, Perawat dan bidan tersertifikasi sekaligus penasihat utama Cleo, Rebekah Wheeler memberikan alasannya. Dia menyebut, penutup wajah apa pun tidak boleh digunakan pada wajah anak-anak di bawah usia dua tahun. Orang-orang yang mengalami kesulitan bernapas atau tidak sadarkan diri, atau orang yang tidak mampu melepas masker tanpa bantuan pun tak disarankan memakai masker.
2. Jenis Masker Yang Cocok Untuk Anak
Seperti yang dikatakan di atas bahwa penggunaan masker pada anak-anak sebaiknya gunakan yang khusus untuk anak. Ada dua tipe masker yang umum digunakan, yaitu masker bedah dan masker N95. Masker bedah dapat dijadikan pilihan untuk mencegah penularan virus Corona pada anak karena dilengkapi lapisan antiair yang dapat menghalau percikan air liur. Selain itu, masker ini juga lebih nyaman untuk dipakai.
Masker N95 cenderung lebih tebal dan sangat ampuh dalam menyaring partikel udara, termasuk virus Corona. Namun, masker ini harus menempel ketat ke wajah, menutupi hidung dan mulut, sehingga tidak nyaman untuk digunakan. Masker N95 tidak dirancang untuk anak-anak, sehingga ukurannya akan terlalu besar jika dipakai oleh anak.
3. Anak Yang Tidak Dianjurkan Pakai Masker
Meskipun penting, namun Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) juga mengimbau bahwa ada beberapa anak yang tidak dianjurkan memakai masker. Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa anak-anak di bawah usia dua tahun tidak boleh memakai penutup apapun karena berisiko kehabisan napas.
Jangan pula memakaikan masker pada anak jika masker itu membuat anak-anak tercekik atau tersedak. Jika anak mengalami kesulitan dalam bernapas atau tidak sadar, serta tidak mampu melepas masker tanpa bantuan orang lain. Jika mengenakan masker malah meningkatkan risiko terkena virus, karena anak lebih sering menyentuh wajah mereka.
4. Anak Yang Dianjurkan Pakai Masker
CDC juga memberikan kriteria untuk anak-anak yang dianjurkan memakai masker. Anak-anak khususnya yang berumur di atas dua tahun, sangat dianjurkan untuk mengenakan masker. Terlebih, jika mereka masih melakukan aktivitas di luar rumah. Selain itu, ada pula kondisi-kondisi yang mengharuskan anak memakai masker.
Salah satunya adalah saat anak sedang sakit (mengalami demam, flu, atau batuk). Meski sebenarnya tidak diimbau untuk meninggalkan rumah, tetapi jika mendesak seperti harus menemui dokter, direkomendasikan mengenakan masker.
Anak-anak juga wajib menggunakan masker ketika berjalan-jalan di luar rumah. Terkadang seseorang merasa bosan berada dalam rumah dalam waktu yang lama. Maka jika harus keluar rumah untuk sekadar berolahraga, pastikan anak mengenakan masker dan memperhatikan jarak aman dengan orang lain, menghindari kerumunan, serta tidak menyentuh benda-benda yang mungkin bisa menginfeksi.
5. Masker Untuk Anak Berkebutuhan Khusus
Masker juga dianjurkan untuk anak yang memiliki kebutuhan khusus. Untuk anak-anak dengan risiko tinggi seperti immunocompromised, gunakan masker N95 untuk melindungi mereka. Jika keluarga anak dengan risiko tinggi ada yang sakit, pastikan sang anak mengenakan masker bedah untuk melindunginya.
Untuk bayi, jika harus pergi ke luar rumah atau ke tempat di mana tidak dapat menerapkan jarak aman, tutupi bayi dengan selimut. Yang penting untuk diperhatikan, tetap memberi mereka kemampuan untuk bernapas dengan nyaman. Serta jangan meninggalkan selimut di kereta bayi.
6. Tips Membuat Anak Mau Pakai Masker
Terkadang, beberapa anak merasa aneh, dan tak terlalu paham mengapa harus memakai masker. Hal ini membuat anak tidak mau mengenakannya karena tidak nyaman dan mengganggu aktivitasnya. Berikut cara membujuknya adalah mengajak dia bercermin, dan katakan bahwa dia begitu pas ketika mengenakan masker.
Bisa juga mencari masker kain dengan gambar tokoh kartun favorit anak-anak. Yakinkan, bahwa orang lain juga mengenakannya. Untuk anak-anak yang mungkin telah paham masalah kuman, ceritakan kepada mereka bahwa masker melindungi mereka dari kuman yang membuat tubuh sakit.
7. Bahaya Memakaikan Masker Pada Bayi
Alih-alih melindungi Si Kecil dari risiko penularan virus corona, pemakaian masker pada bayi yang berusia di bawah 2 tahun justru bisa membahayakan Si Kecil. Spesialis Paru dr. Jaka Pradipta SpP, mengatakan bahwa penggunaan masker pada bayi di bawah usia 2 tahun justru bisa membuatnya sesak napas.
"Penggunaan masker bisa mengakibatkan bayi menderita sesak napas karena saluran pernapasannya menjadi tertutup," jelas dr. Jaka saat melakukan sesi IG Live bersama Mother&Baby beberapa waktu lalu.
Penggunaan masker pada bayi sendiri sebenarnya juga dilarang oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Alasannya, bayi memiliki saluran udara yang lebih kecil daripada orang dewasa dan masker bisa menyebabkan Si Kecil mengalami kesulitan untuk menghirup serta mengembuskan napas. Jadi jangan coba-coba memakaikan masker pada bayi ya.