PM Australia Sebut Tidak Ada Bukti COVID-19 Berasal dari Lab Wuhan Seperti Klaim Trump
Getty Images
Dunia

Belum lama ini Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa ia dan tim intelijen AS memiliki bukti bahwa virus corona (COVID-19) berasal dari laboratorium di Wuhan, Tiongkok.

WowKeren - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru saja mengklaim ia memiliki bukti bahwa virus corona (COVID-19) yang telah menginfeksi lebih dari 3 juta penduduk dunia berasal dari laboratorium di Wuhan, Tiongkok. Terkait tudingan Trump tersebut, Perdana Menteri Australia, Scott Morrrison, mengatakan bahwa ia tak setuju.

Menurut Morrison, tidak ada bukti yang kuat bahwa virus corona berasal dari sebuah laboratorium di kota Wuhan, Tiongkok. Morrison mengatakan, Australia tidak memiliki informasi untuk mendukung teori bahwa virus corona berasal dari laboratorium di Wuhan.

"Kami tidak memiliki indikasi bahwa itu kemungkinan sumbernya (berasal dari laboratorium di Wuhan), tapi kami tidak dapat mengesampingkan itu," ujar Morrison.

"Kami tahu itu (virus corona) dimulai di Tiongkok, kami tahu itu dimulai di Wuhan, skenario yang paling mungkin yang telah diselidiki terkait dengan pasar basah satwa liar, tetapi itu adalah masalah yang harus dinilai secara menyeluruh," tutur Morrison lagi.

Sebenarnya, Australia sendiri memang mendorong untuk melakukan penyelidikan menyeluruh ke laboratorium Institut Virologi Wuhan. Hal tersebut menyebabkan hubungan Australia dan Tiongkok memanas.


Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya juga terang-terangan menyatakan tidak setuju atas pernyataan kontroversial Trump. WHO menegaskan bahwa virus corona berasal dari hewan yang dijual di pasar tradisional di Wuhan, bukan rekayasa manusia.

"Kami berulang kali mendengarkan penjelasan banyak ilmuwan yang melihat urutan virus tersebut. Kami yakin bahwa asal virus ini sangat alamiah," ujar Direktur Kedaruratan WHO, Michael Ryan, dilansir dari Aljazeera pada Sabtu (2/5).

Ryan mengatakan, sejumlah pihak perlu memahami bahwa induk dari virus corona tersebut berasal dari hewan ke manusia. Kemudian seiring dengan perkembangannya, virus ini dapat menular antarmanusia. "Tujuan dari pemahaman itu adalah agar kita dapat menerapkan tindakan pencegahan dan kesehatan masyarakat yang diperlukan untuk mencegah hal itu terjadi lagi di mana saja," ujar Ryan.

Sebelumnya, WHO pernah menegaskan bahwa masih sulit mengidentifikasi secara tepat dari mana asal pandemi ini. Kendati demikian, bukti-bukti yang didapat menunjukkan bahwa virus ini berasal dari kelelawar, alih-alih hasil rekayasa laboratorium di Wuhan sebagaimana rumor yang berkembang.

"Pada tahap ini, sangat tidak mungkin untuk menentukan secara tepat asal muasal virus yang menyebabkan pandemi COVID-19. Kendati demikian, semua bukti-bukti menunjukkan virus tersebut berasal dari hewan dan tidak dimanipulasi atau dibuat. Virus itu kemungkinan besar dibawa oleh kelelawar," kata juru bicara WHO, Fadela Chaib.

Lebih lanjut, Fadela Chaib juga berharap warga dunia tetap berpegang terhadap fakta dan bukan teori yang bermunculan saat ini tentang sumber virus corona. "Banyak ahli sudah melihat sifat genom virus tersebut, dan mereka menemukan bukti hal itu bertentangan dengan klaim yang menyatakan virus tersebut direkayasa di laboratorium," ujar Chaib menambahkan.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait