Dokumen Rahasia Bocor, Beredar Isu Tiongkok Sengaja Sembunyikan Fakta Soal Corona
Dunia

Media Australia mengklaim mendapatkan bocoran dokumen rahasia dari badan intelijen gabungan 5 negara. Belakangan muncul dugaan Tiongkok memang sengaja menyembunyikan soal wabah Corona.

WowKeren - Tiongkok terus menjadi pihak yang paling kerap disalahkan terkait dengan pandemi COVID-19 yang kini sudah menginfeksi lebih dari 3 juta penduduk dunia. Banyak pihak menuding Tiongkok bertanggung jawab, mulai dari gagal dalam mengatasi ketika wabah pertama kali merebak, sampai menduga Tiongkok sengaja mengembangkan virus dan lalai melepaskannya ke lingkungan.

Belakangan, bak menyiram bensin ke kobaran api, media The Saturday Telegraph Australia mengklaim mendapatkan bocoran dokumen rahasia setebal 15 halaman. Dokumen itu disebut-sebut berasal dari badan intelijen Five Eyes dari Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, dan Selandia Baru.

Dalam berkas resminya, Five Eyes menyebut Tiongkok sudah dengan sengaja menyembunyikan perkembangan virus yang nyatanya belakangan terbukti begitu ganas. Tak hanya itu, dokumen itu juga mengungkap bahwa Laboratorium Wuhan yang berada tak jauh dari Pasar Seafood Hanan memang tengah meneliti virus-virus Corona nan mematikan dari kelelawar.

Badan intelijen itu juga menyoroti sikap Tiongkok yang menutupi fakta bahwa virus Corona yang menyebabkan pneumonia "misterius" di Wuhan itu bisa menular antar manusia. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun, imbuh Five Eyes, disebutkan ikut membantu sikap Tiongkok tersebut.

"Walau ada bukti transmisi manusia ke manusia pada awal Desember 2019, pemerintah Tiongkok menolak itu sampai 20 Januari 2020. Hal senada juga dilakukan oleh WHO," kata mereka, dilansir pada Minggu (3/5). Five Eyes kemudian membandingkan situasi ini dengan pemerintah Taiwan dan Hong Kong yang dengan segera meningkatkan kewaspadaan pada akhir Desember 2019.


Selain itu, Five Eyes juga mengungkap perihal upaya pembungkaman dokter-dokter yang berusaha membuka fakta soal virus Corona ke dunia. Bahkan Tiongkok tak segan menghancurkan bukti-bukti penelitian di Laboratorium Wuhan dan menolak memberikan sampel untuk mengembangkan vaksin kepada para peneliti.

Bahkan sejak 31 Desember 2019, pemerintah Tiongkok dengan agresif menyensor sejumlah kata kunci yang berkaitan dengan virus Corona. Seperti "variasi SARS", "Pasar seafood Wuhan", hingga "Pneumonia misterius Wuhan" dari mesin pencari.

Namun yang paling disoroti adalah perihal "egoisme" Tiongkok. Sebab negara itu memberlakukan larangan bepergian yang ketat di negaranya namun "bermulut manis" mengizinkan negara lain melakukan hal berlawanan karena mengklaim COVID-19 tak seberbahaya yang dipikirkan.

"Jutaan orang meninggalkan Wuhan sebelum di-lockdown pada 23 Januari," jelas Five Eyes di dokumen tersebut. "Namun sepanjang Februari Tiongkok menekankan negara-negara lain untuk tidak memberlakukan pembatasan perjalanan padahal Tiongkok sendiri sudah mulai melakukan lockdown."

Five Eyes juga menyebut Tiongkok sengaja mengembangkan penelitian terkait virus Corona mematikan dari kelelawar, memunculkan kecurigaan bahwa virus itu dikembangkan oleh tangan manusia. Namun dugaan ini masih menjadi perdebatan panas karena beberapa peneliti meyakini virus Corona penyebab COVID-19 terlalu "canggih" untuk direkayasa manusia.

Mereka meyakini virus mematikan ini sudah ada di alam liar namun memang ada unsur kecerobohan dari Laboratorium Wuhan hingga akhirnya virus menyebabkan wabah sebesar sekarang. "Komunitas intelijen menduga virus penyebab COVID-19 tak dibuat oleh manusia atau sengaja dimodifikasi secara genetik," kata Plt Ketua Badan Intelijen Nasional AS, Richard Grenell.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait