Ngotot Minta Lockdown Dicabut, Aktivis AS Ini Justru Positif Terinfeksi Corona
Dunia

Aktivis AS yang menjadi biang di balik aksi penolakan lockdown di North Carolina, AS justru dilaporkan terinfeksi virus Corona sebelum benar-benar menyuarakan aspirasinya.

WowKeren - Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang paling terdampak oleh wabah COVID-19. Bahkan sepertiga dari jumlah pasien positif virus Corona di seluruh dunia dikonfirmasi berada di negara adidaya tersebut.

Presiden Donald Trump pun memberlakukan pembatasan mobilitas warga demi mengurangi potensi penularan penyakit. Namun tak semua lapisan masyarakat setuju hingga belakangan kerap terjadi demonstrasi anti-lockdown di negara tersebut.

Salah satu aktivis anti-lockdown yang gencar menyuarakan aspirasinya adalah Audrey Whitlock. Dalam aksinya ia sudah mengorganisir lebih dari 70 ribu aktivis di negara bagian North Carolina lewat sebuah grup Facebook ReOpen NC.

Sedianya Whitlock dan rekan-rekan sejawatnya akan mengadakan demonstrasi dalam waktu dekat. Namun belum sampai hal itu terlaksana, Whitlock justru mengaku harus absen karena menjalani isolasi mandiri di rumah akibat positif terinfeksi virus Corona.

"Sebagai pasien COVID-19 positif yang asimptomatik, saya khawatir tertular penyakit menular lain bila menjalani pengobatan," jelas Whitlock lewat postingannnya di grup Facebook-nya, Minggu (26/4) pekan lalu. "Aku terpaksa dikarantina di rumahku selama dua minggu."


Sesama rekan aktivisnya, Ashley Smith, pun membenarkan informasi tersebut. Menurutnya Whitlock sudah positif COVID-19 sejak tiga pekan lalu.

Rekannya itu tertular virus Corona sejak Januari 2020. Whitlock sudah sempat menjalani rapid test dan dinyatakan negatif, namun belakangan tes PCR-nya mengonfirmasi hasil positif.

"Dia tidak pernah meninggalkan rumahnya selama karantina," kata Smith, dilansir dari NBC News, Minggu (3/5). "Jadi dia belum menghadiri rapat umum atau fungsi apa pun yang telah kita lakukan."

Bahkan kondisi kesehatan Whitlock mengharuskan sang aktivis untuk absen dari dua demonstrasi penolakan lockdown yang dilakukan ReOpen NC. Sementara dalam aksi massa terakhir yang digelar pada Selasa (28/4) kemarin tercatat ada 200 orang yang mengikutinya.

Dalam aksinya, mereka menuntut Gubernur North Carolina, Roy Cooper, untuk mencabut larangan keluar rumah yang telah diberlakukan selama sebulan terakhir. Alhasil empat demonstran justru ditangkap pihak kepolisian setempat, salah satunya Smith.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait