Pria yang dijuluki dokter tertua di Prancis ini diketahui masih aktif menyediakan layanan kesehatan di tengah tingginya risiko tertular corona bagi warga usia lanjut seperti dirinya.
- Luthfiatun Nisa
- Senin, 04 Mei 2020 - 11:19 WIB
WowKeren - Jika umumnya warga lanjut usia di negara Eropa diwajibkan untuk berdiam diri di rumah, maka seorang dokter berusia 98 tahun di Prancis justru memutuskan untuk terus bekerja di tengah pandemi virus corona (COVID-19). Dokter bernama Christian Chenay tersebut terus bekerja dalam lingkungan berisiko tinggi, terutama bagi orang dengan usia seperti dirinya.
Pria yang dijuluki dokter tertua di Prancis ini diketahui masih aktif melakukan kunjungan rutin mingguan ke rumah jompo untuk menyediakan layanan kesehatan. Dikutip dari Kompas.com, Dr Chenay berkata keputusannya untuk terus bekerja disebabkan kurangnya jumlah dokter keluarga di Prancis.
Perancis merupakan salah satu negara paling terdampak penyebaran virus corona di Eropa dengan jumlah kematian lebih dari 28 ribu jiwa dan angka infeksi terkonfirmasi lebih dari 168 ribu orang. Seperti banyak negara lain di dunia, sistem kesehatan di Prancis juga mengalami tekanan akibat banyaknya pasien yang harus dirawat, termasuk di unit perawatan intensif.
Oleh sebab itu, Dr Christian Chenay masih merawat pasien di tengah-tengah kebijakan pembatasan gerak di Prancis. Namun tak merawat pasien terpapar corona di rumah sakit, Dr Chenay memilih untuk mengunjungi panti jompo secara rutin demi mengecek kesehatan para penghuninya. Mengingat para lansia di panti jompo tersebut termasuk dalam golongan berisiko tinggi terinfeksi corona, sehingga mereka memilik ruang gerak yang terbatas.
"Semua orang ketakutan. Saya selalu berhati-hati. Istri saya khawatir saya membawa pulang virus ke rumah, dan itu ada benarnya," ujarnya. Ia telah menutup tempat praktiknya sejak pemberlakuan karantina di Prancis. Namun ia masih membuka konsultasi virtual dengan pasien dan seminggu sekali mengunjungi rumah perawatan orang tua atau rumah jompo.
"Saya tak bisa mengabaikan mereka (para lansia) di tengah pandemi seperti ini," katanya. "Mereka tak bisa mengurus diri sendiri."
Rumah jompo merupakan tempat yang sangat rentan di tengah-tengah pandemi, tetapi Dr Chenay masih tetap bekerja di sana. "Kami sangat beruntung. Tidak ada kasus positif COVID-19 di rumah-rumah perawatan bagi orang tua," katanya. "Jika ada kasus positif terinfeksi corona, ini akan jadi bencana. Kita tak mau kan, 20 dari 60 orang yang ada di sana meninggal dunia?"
Sebagai informasi tambahan, hingga berita ini ditulis Prancis telah mencatatkan sebanyak 168,693 kasus positif COVID-19. Dari jumlah tersebut, 24,895 dikonfirmasi meninggal dan 50,784 lainnya dinyatakan sembuh.
Saat ini, Prancis memiliki jumlah kasus COVID-19 aktif sebanyak 93.014 pasien. Prancis sendiri menjadi negara ketiga dengan kasus positif corona tertinggi di Eropa, dan menempati urutan kelima di seluruh dunia.
(wk/luth)