Presiden Tanzania, John Magufuli, menyatakan bahwa alat tes (test kit) yang mereka impor ternyata bermasalah usai diuji kepada kambing dan tumbuhan Paw Paw.
- Bertilia Puteri
- Senin, 04 Mei 2020 - 13:47 WIB
WowKeren - Alat tes COVID-19 impor di Tanzania rupanya abal-abal alias palsu. Presiden Tanzania John Magufuli menyatakan bahwa alat tes (test kit) yang mereka impor ternyata bermasalah usai diuji kepada kambing dan tumbuhan Paw Paw.
Alat tes yang diujikan kepada hewan dan tumbuhan tersebut rupanya menunjukkan hasil positif. Oleh sebab itu, Presiden Magufuli menyebut ada "kesalahan teknis" pada tes tersebut.
Sang Presiden mengaku telah memerintahkan pasukan keamanan Tanzania untuk memeriksa kualitas alat tes impor tersebut. Mereka mengumpulkan sejumlah sampel non-manusia secara acak, termasuk dari tumbuhan Paw Paw, kambing, dan domba.
Meski demikian, sampel dari hewan dan tumbuhan tersebut tetap diberi nama manusia dan juga umur. Kemudian, sampel- sampel tersebut diserahkan ke laboratorium Tanzania untuk diuji virus corona, para teknisi laboratorium sendiri tidak mengetahui soal asal sebenarnya sampel-sampel tersebut.
Presiden Magufuli lantas menyebut bahwa tes dari sampel kambing dan tumbuhan Paw Paw menunjukkan hasil positif. Hal ini, tutur Presiden Magufuli, menunjukkan adanya kemungkinan bahwa beberapa orang diuji positif padahal sebenarnya mereka tidak terjangkit virus corona.
"Ada sesuatu yang terjadi," tutur Presiden Magufuli dilansir Al Jazeera pada Senin (4/5). "Saya sudah katakan sebelumnya, kita seharusnya menerima bahwa tidak setiap bantuan dimaksudkan untuk kebaikan bagi bangsa ini."
Pemerintahan Magufuli sendiri sebelumnya sempat menuai kritik karena dinilai telah merahasiakan situasi wabah corona. Sang Presiden sebelumnya juga sempat meminta para warga Tanzania untuk berdoa supaya pandemi corona dapat segera pergi.
Pada Sabtu (2/5) pekan lalu, Presiden Magufuli sendiri mengumumkan bahwa dirinya telah memesan obat herbal untuk COVID-19 yang sebelumnya telah dipuji oleh Presiden Madagaskar. "Saya sudah mengirimkan surat untuk Presiden Madagaskar, dan kami akan segera mengirimkan pesawat untuk mengambil obat-obatan tersebut sehingga Tanzania juga dapat merasakan keuntungannya," pungkas Presiden Magufuli.
Obat herbal bernama "Covid Organics" tersebut disiapkan oleh Institut Penelitian Terapan Malagasi, dan terbuat dari Artemisia, yakni tanaman yang dibudidayakan di pulau Samudra Hindia Madagaskar.
Presiden Madagaskar, Andry Rajoelina, sendiri mengklaim bahwa obatnya telah menyembuhkan beberapa orang Madagaskar dari COVID-19. Meski demikian, bukti ilmiah terkait obat herbal ini disebut masih kurang.
(wk/Bert)