3 Minggu Terjebak Lockdown, Nadya Hutagalung Ngaku Lelah Hingga Limbo?
Instagram
Selebriti

Nadya Hutagalung mulai merasa tertekan setelah terjebak lockdown hampir 3 minggu lamanya. Nadya mengaku mulai merasakan kelelahan emosi hingga mengalami perasan limbo.

WowKeren - Akibat penyebaran virus Corona yang hingga kini masih sangat mengkhawatirkan, sejumlah negara memutuskan untuk memberlakukan prosedur lockdown. Salah satunya adalah Singapura yang merupakan negara tempat tinggal model berdarah Indonesia, Nadya Hutagalung. Nadia pun mengungkapkan perasaannya setelah sekitar 3 minggu terjebak lockdown di Singapura.

Hal itu diungkapkan Nadya melalui postingan terbaru di akun sosial medianya. Nadya mengaku bahwa dirinya merasa lelah dan jenuh dengan segala kegiatannya. Nadya bahkan mulai merasakan kegelisahan hingga limbo.

"Hari ini aku lelah. Tidak bisa tidur tadi malam. Aku juga tidak mau bangun pagi ini. tapi akhirnya aku bangun. Setelah melewati tiga akhir pekan dalam keadaan lockdown dan tidak punya tujuan, menyebabkan pergeseran yang membawa pada perasaan buruk dan limbo," tulis Nadia menggunakan bahasa Inggris pada Senin (4/5).


Limbo sendiri merupakan istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan keadaan hampa dan kosong. Untuk mengatasinya, Nadya kemudian mencoba kembali berpikir secara mendalam tentang kehidupannya selama ini. Mencoba merenungi lebih dalam soal aktivitas kesibukan yang selama ini dilakukannya.

"Aku kemudian berpikir tentang makna menjadi sibuk dan bagaimana sekarang aku bahkan menemukan cara untuk membuat diriku sendiri sibuk. Apakah kesibukan membuat seseorang teralihkan dan memastikan tidak ada ruang untuk bayang-bayang," lanjut juri "Asia's Next Top Model" itu.

Dalam suasana lockdown yang dialaminya saat ini, Nadya mengaku punya waktu lebih untuk memaknai kehidupan. Alih-alih terus berpikir keras dan terpuruk dengan keadaan, Nadya rupanya lebih memilih untuk sejenak membuat dirinya rileks dan bersantai.

"Kehidupan adalah pekerjaan konstan yang berprogres, begitu juga dengan pertumbuhan. Hidup dan bertumbuh dalam masa lockdown membutuhkan lebih banyak upaya untuk menyadari pola yang lama dan menggunakan wadah tersebut untuk mengangkat mereka. Aku mengizinkan diriku sendiri untuk bersantai hari ini," pungkas wanita berdarah Australia Batak tersebut.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts