Prancis akan melonggarkan lockdown pada tanggal 11 Mei 2020 mendatang. Namun, seiring dengan rencana tersebut, terjadi kenaikan angka kematian akibat COVID-19 di Kota Mode tersebut.
- Nidya Putri
- Rabu, 06 Mei 2020 - 10:33 WIB
WowKeren - Prancis berencana melonggarkan lockdown pada 11 Mei mendatang. Namun, seiring dengan rencana tersebut Prancis kembali mencatat adanya kenaikan angka kematian warganya karena virus corona.
Hingga Selasa (5/5), tercatat 330 warga Prancis yang meninggal. Jika dibandingkan pada hari sebelumnya dimana tercatat 306 orang meninggal, terdapat kenaikan sebanyak 24.
Dikutip dari AFP, meski ada peningkatan pada jumlah kematian, namun aktivitas gawat darurat di sejumlah rumah sakit untuk menerima pasien baru corona menurun. Hingga Rabu (6/5) dini hari, jumlah kasus positif corona di Prancis mencapai 169.583. Rinciannya yakni 25.204 di antaranya dinyatakan meninggal dunia.
Prancis sendiri telah menerapkan kebijakan lockdown sejak 17 Maret lalu. Kebijakan ini diambil demi memutus rantai penyebaran COVID-19. Setelah dua bulan melakukan lockdown, negara tersebut akhirnya berencana untuk melonggarkan kuncian wilayahnya pada 11 Mei 2020 karena tingkat terinfeksi sudah mereda.
Sebelumnya, diketahui jika virus corona sebenarnya sudah dideteksi di Prancis lebih awal dari yang diperkirakan, yaitu pada Desember 2019. Hal ini diungkapkan oleh salah seorang dokter di rumah sakit Paris yang menemukan bukti bahwa satu pasien yang dirawat di bulan Desember terinfeksi COVID-19.
Jika diverifikasi, temuan ini juga menunjukkan virus corona sudah beredar di Eropa lebih awal, jauh sebelum kasus pertama terdeteksi di Prancis maupun Italia. Namun, klaim tersebut berbeda dengan laporan Prancis yang mengonfirmasi kasus pertama COVID-19 pada 24 Januari.
Dua pasien itu diketahui memiliki riwayat perjalanan ke Wuhan, Tiongkok. "COVID-19 sudah menyebar di Prancis pada akhir Desember 2019, sebulan sebelum kasus pertama resmi di negara itu," tulis tim medis di Groupe Hospitalier Paris Seine di Saint-Denis.
(wk/nidy)