Imbas terkena PHK akibat wabah corona, satu keluarga di Solo terpaksa tinggal di becak sambil membawa bayi yang berusia 13 bulan. Begini kisah memprihatinkan mereka.
- Ruth Meliana
- Kamis, 07 Mei 2020 - 15:58 WIB
WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) saat ini telah menciptakan perekonomian dunia menjadi terguncang. Imbasnya, banyak masyarakat harus mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) setelah perusahaan atau tempat usaha mereka ditutup selama ada wabah.
Berbagai kisah masyarakat yang harus menelan pil pahit terkena PHK pun terus mewarnai media sosial. Salah satunya seperti kisah seorang warga asal Solo bernama Dul Rohmat (30).
Kisah Dul Rohmat menjadi viral setelah diunggah pemilik akun @saiff_food, yaitu Anwar Syaifudin. Dalam akun tersebut, diketahui jika Dul merupakan korban PHK. Akibatnya, ia bersama keluarganya tidak punya tempat tinggal.
Dul mengaku tidak mampu membayar sewa uang kontrakan sehingga ia akhirnya terpaksa tinggal di becak bersama keluarganya. Saat ini, ia tinggal di sebuah becak bersama istri dan anaknya yang berumur 13 bulan. Dul menyewa becak tersebut dengan harga Rp5 ribu per hari.
”Langitpun sebagai atap rumah dan Bumi sebagai lantainya,” tulis postingan akun ini, Rabu (6/5). “Begitulah kira kira gambaran kehidupan keluarga mas Dul Rohmat 30 tahun asal Grobogan yang merantau di kota Solo. Mulanya beliau bekerja di bangunan sebelum menjadi korban PHK karena dampak wabah corona.”
Saat ditemui Anwar, keluarga Dul sedang berada di kawasan Jalan Adisucipto, Manahan, Solo, Jawa Tengah. Kepada Anwar, Dul mengaku dirinya berasal dari Grobogan, Jawa Tengah dan telah menetap di Solo.
“Saat saya temui mereka kondisinya baik sehat,” kata Anwar saat menceritakan keluarga Dul seperti dilansir dari Kumparan, Kamis (7/5). Cuma yang mengkhawatirkan kan anaknya, kalau terus diluar seperti itu tidak baik juga.”
”Becaknya tidak menetap di satu tempat, mereka berpindah-pindah tergantung kondisi,” sambungnya. “Sekiranya ada tempat memungkinkan untuk berteduh, ya bermalam di situ.”
Rupanya, Dul sebelumnya bekerja sebagai kuli bangunan yang mendapatkan penghasilan sekitar Rp60 ribu per hari. Sayang akibat wabah corona, ia di PHK dan masih belum dipanggil lagi untuk melakukan pekerjaan sehari-harinya.
(wk/lian)