Seorang pria asal Florida, Amerika Serikat awalnya mengira jika virus corona merupakan informasi palsu buatan pemerintah. Namun, pemikiran tersebut segera berubah usai ia sendiri terinfeksi COVID-19.
- Nidya Putri
- Senin, 18 Mei 2020 - 15:33 WIB
WowKeren - Wabah virus corona (COVID-19) yang telah menginfeksi lebih dari 4 juta orang tersebut tentunya membuat khawatir. Namun, tak sedikit orang yang masih tak percaya seberapa berbahayanya virus yang menyerang saluran pernapasan tersebut.
Seperti pria asal Amerika Serikat, Brian Hitchens yang tidak percaya jika virus corona berbahaya. Ia justru meyakini jika COVID-19 merupakan rekayasa dan informasi palsu atau hoaks pemerintah.
Namun, ia langsung berubah pikiran usai dirinya dan sang istri harus dirawat di rumah sakit setelah terinfeksi virus corona. Ia dan istrinya menjalani perawatan di Palm Beach Gardens Medical Center.
“Banyak orang masih berpikir bahwa virus corona adalah krisis palsu yang pada suatu waktu aku juga melakukannya,” tulis pria asal Florida, Amerika Serikat itu di laman Facebooknya.
Kini, Hitchens justru mendesak semua orang untuk tidak lagi meremehkan bahaya virus corona. Ia berharap apa yang sedang menimpanya saat ini tidak terjadi pada orang lain.
Lebih lanjut, Hitchens menceritakan, kini istrinya masih dipasangi ventilator sejak tiga minggu dirawat. Hitchens mengaku tak mudah bagi dirinya menyaksikan apa yang menimpa sang istri.
Ia sendiri berlum yakin kapan mereka diperbolehkan meninggalkan rumah sakit. "Ini bukan taktik menakut-nakuti yang digunakan siapa pun. Itu bukan sesuatu yang dibuat-buat," katanya. "Ini adalah virus nyata yang harus Anda perhatikan dengan serius."
Saat pertama kali datang ke Palm Beach Gardens Medical Center, Hitchens dan istrinya langsung dibawa ke ruang ICU. Ia mengaku kondisinya membaik dalam beberapa hari namun tidak dengan istrinya.
“Saya tidak pernah memakai ventilator dan mulai merasa lebih baik, merasa lebih kuat tidak pernah mengalami sakit dan nyeri yang mengerikan hanya lemah dan lelah,” paparnya.
Beberapa minggu sebelum dirawat, Hitchens mengalami gejala pneumonia. Hicthens mulai khawatir dengan kondisi sang istri yang tak kunjung membaik. Dokter sendiri telah beberapa kali melepas ventilator yang digunakan istrinya, namun kembali memasangnya melihat keadaan istri Hitchens yang belum cukup stabil.
Menyaksikan kondisi sang istri yang tak menunjukkan tanda-tanda akan pulih, Hitchens sempat berpikir bahwa istrinya akan meninggalkannya untuk selamanya. Namun Hitchens kembali yakin istrinya yang telah dinikahinya selama 8 tahun itu akan segera sembuh berkat mukjizat dari Tuhan.
“Istri saya telah menderita berbagai penyakit fisik yang telah diatasi sebelumnya tetapi dia benar-benar berjuang dan para dokter mengatakan mereka mengalami kesulitan untuk memulihkan kondisinya,” ungkapnya.
Berkaca dari pengalam istrinya, Hitchens meminta semua orang untuk mendengarkan saran dari pihak berwenang dan para ahli. Ia sendiri telah menyesali sikapnya yang tidak patuh pada aturan pemerintah selama pandemi ini berlangsung. “Melihat ke belakang saya seharusnya mengenakkan masker pada awalnya tetapi saya tidak melakukannya dan mungkin saya membayar harganya untuk itu sekarang,” demikian Hitchens mengungkapkan penyesalannya.
Saat ini, Hitchens gencar menyerukan kepada siapa pun yang hendak pergi keluar rumah untuk tidak ceroboh mengabaikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Seruan-seruan tersebut disampaikannya melalui akun Facebooknya.
(wk/nidy)