Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan penyemprotan disinfektan di ruang terbuka tidak efektif untuk membunuh virus COVID-19. Hal ini disampaikan dalam panduan sementara WHO yang dirilis Senin (18/5) kemarin.
- Nidya Putri
- Selasa, 19 Mei 2020 - 12:37 WIB
WowKeren - Berbagai cara dilakukan cara demi menghentikan penyebaran virus corona (COVID-19). Hal paling kecil yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan seperti sering mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir dengan tata cara yang tepat.
Selain itu, menyemprotkan disinfektan ke lingkungan sekitar tempat tinggal guna mencegah virus berbahaya tersebut masuk. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan penyemprotan disinfektan yang dilakukan di ruang terbuka seperti jalan atau area publik lainnya tidak direkomendasikan untuk membunuh virus corona jenis baru maupun patogen lainnya.
Pernyataan tersebut dirilis dalam panduan sementara pada Senin (18/5). Dalam panduan sementara WHO berjudul 'Pembersihan dan desinfeksi permukaan lingkungan dalam konteks COVID-19' dituliskan bahwa disinfektan tidak diaktifkan oleh kotoran. Karenanya, metode ini tidak layak secara manual membersihkan dan menghilangkan semua bahan organik dari ruang seperti itu.
Dalam panduan tersebut, disebutkan bahwa penyemprotan disinfektan di permukaan berpori seperti trotoar dan jalan-jalan, baik beraspal maupun tidak akan menjadi kurang efektif. Bahkan, WHO mengatakan tanpa adanya bahan organik, penyemprotan kimia tidak mungkin cukup untuk menutupi semua permukaan selama durasi waktu kontak yang diperlukan yang diperlukan untuk menonaktifkan patogen. “Lebih jauh, jalan dan trotoar tidak dianggap sebagai reservoir infeksi COVID-19,” ujar pernyataan WHO, dilansir AFP, Selasa (19/5).
Selain kurang efektif, WHO juga memperingatkan penyemprotan disinfektan, termasuk yang dilakukan di luar ruangan sekalipun dapat berbahaya bagi kesehatan manusia. Terlebih, jika penyemprotan dilakukan di ruang yang tertutup dan individu sering memasukinya seperti kamar dan lorong. “Ini bisa berbahaya secara fisik dan psikologis dan tidak akan mengurangi kemampuan orang yang terinfeksi untuk menyebarkan virus melalui tetesan atau kontak,” jelasnya.
WHO juga menekankan bahwa penyemprotan yang dilakukan langsung terhadap invidu dengan bahan disinfektan seperti klorin dan bahan kimia beracun lainnya dapat menyebabkan iritasi mata dan kulit. Selain itu, bronkospasme karena inhalasi dan efek gastrointestinal seperti mual dan muntah dapat terjadi.
Penularan infeksi virus corona jenis baru telah dikaitkan dengan kontak dekat antara individu dalam pengaturan tertutup, seperti rumah tangga, fasilitas kesehatan, lingkungan tempat tinggal yang dibantu dan lembaga perumahan. Selain itu, pengaturan komunitas di luar pengaturan layanan kesehatan telah ditemukan rentan terhadap peristiwa transmisi COVID-19, termasuk bangunan yang dapat diakses publik, rumah ibadah, pasar, transportasi, dan pertokoan.
(wk/nidy)