Din Syamsuddin Kritik Konser Galang Dana Corona Akibat Tak Patuhi Protokol Kesehatan
Instagram
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Konser amal untuk menggalang dana demi penanggulangan wabah virus corona yang digelar pada Minggu (17/5) menuai banyak kritikan termasuk dari Din Syamsuddin.

WowKeren - Konser amal bertajuk "Berbagi Kasih Bersama Bimbo" yang digelar pada Minggu (17/5) menuai banyak kritikan. Pasalnya konser penggalangan dana untuk wabah corona (Covid-19) tersebut dinilai melanggar protokol kesehatan, seperti physical distancing dan memakai masker.

Apalagi konser tersebut dibuka oleh Presiden Joko Widodo, serta diinisiasi oleh MPR, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang seharusnya taat dengan protokol kesehatan. Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin turut mengkritik pemerintah yang terkesan tak peka dengan penderitaan rakyat.

"Kepada Pemerintah agar bersimpati dengan penderitaan rakyat yang mengalami kesusahan hidup karena menganggur sementara bantuan sembako tidak terbagi merata," ungkap Din dalam pernyataan tertulisnya pada Selasa (19/5). "Mengapa pada saat demikian, Pemerintah justru mempelopori acara seperti konser musik yang tidak memperhatikan protokol kesehatan, dan terkesan bergembira di atas penderitaan rakyat."


Meski begitu, Din mengajak masyarakat untuk tak melanggar protokol kesehatan karena kecewa dengan tindakan pemerintah di tengah pandemi Covid-19. Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut juga meminta masyarakat Indonesia agar mematuhi fatwa MUI tentang imbauan salat Idul Fitri di rumah masing-masing.

"Tidak perlu ada yang 'membalas dendam' terhadap ketidakadilan pemerintah tersebut dengan keinginan berkumpul di masjid-masjid, sebagaimana yang banyak beredar di media sosial atau bertanya langsung," tutur Din. "Kepada umat Islam, sebagai warga negara yang baik, untuk selalu menampilkan teladan yang baik (qudwah hasanah). Biar pihak lain melanggar, tapi kita dapat menahan hawa nafsu untuk tidak terjebak ke dalam kesesatan."

Lebih lanjut, Din mengimbau kepada masyarakat terutama yang beragama Islam agar terus memanjatkan doa kepada Tuhan. Pria berusia 61 tahun ini pun mendesak pemerintah agar bersikap konsisten serta tegas dalam melaksanakan kebijakan terkait pandemi corona.

"Berdoa ke hadirat-Nya untuk melimpahkan ma'unah-Nya atas bangsa Indonesia sehingga terbebas dari wabah corona, dan dari marabahaya dan malapetaka. Kepada Pemerintah untuk melaksanakan secara konsekuen peraturannya sendiri tentang PSBB, yakni dengan tidak mengizinkan kegiatan-kegiatan yang mendorong orang berkerumun di tempat-tempat umum," sambung Din. "Peraturan tersebut perlu dilaksanakan secara berkeadilan, jangan melarang umat Islam bersalat jemaah di masjid, tapi mengizinkan orang banyak menumpuk di bandara dan tempat keramaian lain."

(wk/evaa)


You can share this post!


Related Posts