Ternyata bukan bencana alam, Badan Penerbangan dan Antrariksa Amerika Serikat (NASA) membongkar bahaya dibalik fenomena matahari yang sedang memasuki fase lockdown.
- Ruth Meliana
- Rabu, 20 Mei 2020 - 15:01 WIB
WowKeren - Para ilmuwan telah mengungkapkan jika Matahari saat ini tengah memasuki periode lockdown. Fenomena ini disebut berpotensi menciptakan berbagai bencana alam yang melanda Bumi, seperti gempa, cuaca beku, hingga kelaparan.
Fase Matahari lockdown merupakan penurunan aktivitas Matahari (solar minimum). Siklus solar minimum Matahari ditandai dengan berkurangnya bintik matahari. Para ilmuwan mengungkapkan kemungkinan siklus kali ini membawa pelemahan matahari yang cukup dalam.
Badan Penerbangan dan Antrariksa Amerika Serikat (NASA) lantas membongkar bahaya fenomena ini. Bukan bencana alam seperti yang banyak diberitakan, Matahari dalam fase lockdown ini justru membahayakan astronot yang tengah menjelajah ke angkasa.
Menurut Dean Pesnell dari Goddard Space Flight Center NASA, saat siklus ini terjadi medan magnet Matahari akan melemah. Kondisi ini menyebabkan sinar kosmik ekstra dapat memasuki Tata Surya.
Meskipun Bumi mungkin tidak melihat dampak dari perubahan akibat siklus bintik matahari, namun astronot memiliki kemungkinan risiko lebih tinggi. Apalagi, fenomena Matahari tersebut di tahun ini berpotensi menjadi grand minimum solar.
”Selama solar minimum, medan magnet matahari melemah dan memberikan lebih sedikit perlindungan dari sinar kosmik ini,” ungkap Pesnell seperti dilansir dari The Independent, Rabu (20/5). “Ini dapat meningkatkan ancaman bagi para astronot yang bepergian ke luar angkasa.”
NASA memperkirakan dampak fenomena ini adalah pertumbuhan konsentrasi karbon dioksida seperti yang terjadi 3 tahun terakhir. Dengan demikian, grand solar minimum baru hanya akan berfungsi untuk mengimbangi beberapa tahun pemanasan yang disebabkan oleh aktivitas manusia.
Dilansir Newsweek, fenomena grand solar minimum terakhir terjadi pada abad ke-17, bertepatan dengan zaman es mini. Fenomena yang menjadi bagian dari siklus bintik matahari ini terjadi selama 11 tahunan yang disebabkan oleh penguatan dan pelemahan medan magnetnya. Saat medan magnet melemah, siklus matahari memasuki solar maksimum, yang puncaknya terakhir terjadi pada 2014 lalu.
(wk/lian)