Pertumbuhan ekonomi dunia sendiri diprediksi akan mulai pulih pada tahun depan setelah dihantam pandemi corona. Bank Dunia memperkirakan ekonomi global akan tumbuh sebesar 4 persen pada tahun 2021.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 10 Juni 2020 - 15:50 WIB
WowKeren - Tingginya tingkat kemiskinan ekstrem diperkirakan masih akan berlanjut hingga tahun 2021. Prediksi tingkat kemiskinan ini dilakukan oleh Bank Dunia.
Sebelumnya, Bank Dunia juga memperkirakan resesi global terjadi pada tahun ini. Hal ini merupakan resesi pertama sejak delapan dekade terakhir, membuat 70 juta hingga 100 juta orang masuk ke jurang kemiskinan ekstrem.
Padahal, jumlah orang dengan kemiskinan ekstrem terus menurun sebelum pandemi corona menerjang. Sebagai informasi, garis kemiskinan ekstrem berada di level USD 1,9 atau Rp 26.600 per hari ke bawah.
Pertumbuhan ekonomi dunia sendiri diprediksi akan mulai pulih pada tahun depan setelah dihantam pandemi corona. Bank Dunia memperkirakan ekonomi global akan tumbuh sebesar 4 persen pada tahun 2021.
Meski demikian, negara yang memiliki porsi kelompok miskin ekstrem terbesar di dunia tidak akan tumbuh lebih cepat dibandingkan populasinya. Ini berarti tingkat kemiskinan ekstrem kemungkinan besar tahun depan tidak akan turun.
Sepertiga warga miskin dunia kini diprediksi berada di Nigeria, India, dan Republik Demokrasi Kongo. Adapun laju pertumbuhan pendapatan riil per kapita masing-masing negara hanya mencapai -0,8 persen, 2,1 persen, dan 0,3 persen.
"Dengan pertumbuhan populasi masing-masing 2,6 persen (Nigeria), 1 persen (India), dan 3,1 persen (Kongo)," demikian pernyataan Bank Dunia dilansir AFP pada Rabu (10/6). "Ini cukup sulit untuk menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan."
Selain itu, Bank Dunia juga mengingatkan kawasan Asia Selatan akan mendapat lonjakan orang miskin terbesar akibat pandemi corona. Terkhusus negara India.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi domestik baru akan kembali normal pada tahun 2023 mendatang dengan mencapai angka 5 persen. Menurut Tim Asistensi Menko Perekonomian Raden Pardede, Indonesia kini baru keluar dari titik terendah ekonomi atau exit the bottom level. Titik terendah ekonomi domestik Indonesia sendiri telah terjadi pada Mei 2020.
Adapun target pertumbuhan ekonomi 5 persen tersebut baru bisa dicapai jika pemerintah dan bank sentral mampu membuat kebijakan yang mendukung ekonomi. Tim Asistensi Menko Perekonomian Raden Pardede berharap agar vaksin corona sudah dapat tersedia pada tahun 2021.
(wk/Bert)