Ilmuwan Badan Antariksa Amerika (NASA) bersama dengan Badan Antariksa Eropa (ESA) berhasil menemukan kosmis baru yang ternyata masih bayi. Berapa usianya?
- Ruth Meliana
- Kamis, 18 Juni 2020 - 16:37 WIB
WowKeren - Badan Antariksa Amerika (NASA) bersama dengan Badan Antariksa Eropa (ESA) telah berhasil menemukan kosmis baru. Ilmuwan kedua lembaga tersebut telah mengidentifikasi jika kosmis baru tersebut masih bayi.
Kosmis bayi tersebut dikategorikan masih bayi lantaran baru berusia 240 tahun. Berdasarkan hitungan antariksa, usia tersebut sangatlah muda lantaran benda-benda angkasa lainnya sudah berusia jutaan hingga miliaran tahun.
Penemuan bayi kosmis tersebut pertama kali ditangkap oleh para ilmuwan di Neil Gehrels Swift Observatory pada 12 Maret 2020 lalu. Ilmuwan saat itu menangkap adanya ledakan besar berupa sinar-X. Kosmis bayi ini terletak di rasi Sagitarius dan jaraknya relatif dekat dengan Bumi yaitu hanya sekitar 16.000 tahun cahaya.
Penemuan tersebut langsung diteliti lebih lanjut oleh Observatorium XMM-Newton Badan Antariksa Eropa (ESA), teleksop NuSTAR NASA, dan Jet Propulsion Laboratory NASA. Mereka lantas memberi nama bayi kosmis tersebut Swift J1818.0-1607.
Dalam bidang ilmu astrofisika, kosmis berasal dari radiasi partikel bermuatan energi tinggi yang berasal dari luar atmosfer Bumi. Komsik dapat berupa elektron, proton bahkan inti atom seperti besi atau yang lebih berat lagi.
Peneliti lantas mengungkap jika ada banyak karakteristik fisik bintang neutron. Salah satunya adalah karakteristik yang digunakan untuk memperkirakan umurnya.
Bintang neutron sendiri disebutkan berasal dari reruntuhan gravitasi bintang berukuran besar karena mengalami supernova (ledakan dari suatu bintang). Bintang ini diketahui sebagai bintang dengan ukuran terkecil dan memiliki massa sampai dua kali lebih besar dari massa Matahari.
Peneliti menjelaskan jika terhadap medan magnet hingga 1.000 kali lebih kuat dari bintang neutron pada umumnya dalam bayi kosmis tersebut. Kosmis Swift J1818.0-1607 ini juga menjadi magnetar termuda yang pernah ditemukan.
Magnetar sendiri merupakan tipe bintang neutron dengan medan magnet yang sangat kuat. Peluruhan medan magnet memengaruhi emisi energi tinggi radiasi elektromagnetik, terutama sinar-X dan sinar gamma. Dalam penemuan tersebut, ilmuwan berhasil menemukan lebih dari 3.000 bintang neutron tetapi hanya 31 dari mereka yang termasuk jenis magnetar.
”Mungkin jika kita memahami cerita pembentukan benda-benda ini,” kata Peneliti Utama XMM Newton dan NuSTAR NASA, Nanda Rea seperti dilansir dari CNN, Kamis (18/6). “Kita akan mengerti mengapa ada perbedaan yang sangat besar antara jumlah magnet yang kami temukan dan jumlah toal bintang neutron yang diketahui.”
”Apa yang luar biasa tentang magnetar adalah mereka cukup beragam,” tambah Mantan Anggota Tim NuSTAR NASA, Victoria Kaspi. “Setiap kali kamu menemukan satu magnetar, itu memberitahu kita sebuah cerita yang berbeda. Mereka sangat aneh dan langka.”
(wk/lian)