Begini Jawaban Dirut PLN Saat Dicecar DPR Soal Lonjakan Tagihan Listrik
Nasional

Begini jawaban dari Direktur Utama (Dirut) PLN Zulkifli Zaini saat dicecar oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait lonjakan tagihan listrik yang memicu protes masyarakat.

WowKeren - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) baru saja menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Senin (22/6). Dalam RDP ini, DPR membahas tentang Penyertaan Modal Negara (PMN), dana talangan, atau utang yang dicairkan pemerintah ke BUMN untuk tahun anggaran 2020.

DPR juga turut mencecar Direktur Utama (Dirut) PLN Zulkifli Zaini terkait lonjakan tagihan listrik yang sempat memicu kontroversi beberapa waktu lalu. DPR mempertanyakan soal kenaikan tagihan listrik pelanggan di masa pandemi virus corona (COVID-19).

Zulkifli lantas menyatakan jika dirinya bersimpati dengan pelanggan PLN yang merasa tagihan listriknya melonjak. Meski demikian, ia menegaskan PLN telah berusaha meringankan beban masyarakat dengan memperbolehkan membayar tagihan listrik dengan dicicil.

”Kami akan merespon terhadap hal-hal yang Bapak Ibu sampaikan pada kesempatan ini,” kata Zulkifli dalam RDP, Senin (22/6). “Khusus untuk PLN kami ingin menyampaikan pada kesempatan baik ini bahwa kami sungguh bersimpati terhadap semua pelanggan kami yang saat ini mengalami kenaikan dari tagihan.”


”Kami sudah menyampaikan solusi terkait dengan kenaikan tagihan itu dengan misalnya memberikan kesempatan untuk mencicil hal yang terkait dengan kenaikan tagihan itu,” sambungnya. “Sekalian Bapak Ibu sekalian terima kasih perhatian terhadap PLN. Ini menunjukkan bahwa Bapak Ibu cinta kepada PLN. Terima kasih.”

Zulkifli juga sebelumnya sempat menegaskan jika PLN sama sekali tidak menaikkan tagihan listrik. Menurutnya, tagihan listrik menjadi tinggi akibat banyaknya masyarakat yang melakukan work from home hingga menghabiskan banyak waktu di rumah imbas pandemi virus corona.

Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam sebelumnya juga mempertanyakan penyebab naiknya tagihan listrik. Mahalnya tagihan listrik dianggap DPR telah menyengsarakan masyarakat di tengah pandemi.

”Mereka harus merasakan kenaikan listrik yang sangat signifikan. Bahkan karyawan kami dari daerah tiba-tiba restoran tutup selama 2 bulan ini tapi tagihannya tetap sama ketika normal,” kata Mufti. “Ini banyak terjadi oleh restoran milik kawan-kawan kami di daerah. Hati rakyat kami terluka.”

”Di kala terjadi COVID, justru tagihan PLN naik. Bahkan ada kawan saya tarifnya naik 300 persen,” sambungnya. “Lalu nanti apa dampaknya pada masyarakat kalau nanti (PLN) kita berikan bantuan (penyertaan modal negara/PMN)?”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts