Istri Pertama Didi Kempot Nangis, Istri Muda Belum 100 Hari Ungkit Royalti Dicibir
Instagram
Selebriti

Pengacara Saputri menegaskan kalau istri pertama Didi Kempot itu tak ngotot menguasai warisan sang suami. Disisi lain, sikap istri muda, Yan Vellia, yang mengurus soal royalti dan kontrak yang belum selesai itu menuai pro-kontra.

WowKeren - Saputri diketahui sempat mengurus perubahan ganti nama Didi Kempot di akte nikah. Namun bukan mengubah isi dari akte nikah, Saputri diwakili pengacara rupanya meminta legalitas dari pengadilan terkait nama Didi.

"Disini kita tidak mengubah akte itu, namanya tetap Didi Prasetya. Hanya ada penetapan dari pengadilan kalau Didi Prasetya adalah Didi Prasetyo," kata pengacara Putri, Faisol, saat diwawancara "Hallo Selebriti". "Dengan adanya ini, fungsinya yang pertama adalah (menegaskan) bahwa kalau ada hal apapun, oh ini sebenarnya orang yang sama. Yang kedua berkaitan dengan masalah warisan, karena beliau beragama Islam, artinya harus ada penepatan ahli waris di kantor KUA bahwa ahli waris Mbak Putri dan Soila berkaitan dengan yang ada di Ngawi. Aset rumah sama ada tanah samping rumah."


Faisol juga menyebut kalau Saputri sempat menangis karena isu menguasai royalti milik Didi. Padahal Saputri hanya ingin memastikan status putrinya sebagai ahli waris.

"Dia nggak kepikiran soal itu (royalti). Dia sampai meneteskan air mata, dia bilang, 'Mas Faisol, meninggalnya Mas Didi ini saya sangat syok sekali'. Dia selama ini cuma ibu rumah tangga yang mengurus anaknya. Kalau royalti berkaitan dengan KCI (Lembaga Manajemen Kolektif Karya Cipta Indonesia) dan institusi yang ada, sama sekali tidak ada (niat menguasai)."

Pengacara juga membeberkan soal sikap Saputri yang sederhana. Walau Didi tajir melintir, Saputri ternyata bukan sosok yang hidup mewah.

"Saya tahu sendiri kondisi rumahnya ndak mewah. Hanya ada rumah sama dua mobil, ada sepeda motor dualah," kata Faisol.

Sementara itu, Yan Vellia mengaku bertanggung jawab mengurus manajemen Didi. Namun ia tetap tak mau melangkahi Saputri sebagai istri pertama. Yan mengaku kalau urusan keuangan dihandle oleh Saputri.

"Semua keuangan ada di Budhe Putri, saya mengurus teknis manajemen, menjelaskan pada EO, Promotor dan publik," kata Yan. "Begitu beliau (Didi) berpulang, semua dompet dan ATM yang berisi DP-DP kerjaan Mas Didi Kempot saya serahkan ke Budhe Putri."

Yan mengakui kalau ATM Didi dibekukan pihak bank demi mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Yan bersabar menunggu Saputri untuk mengurus hal itu dengan pihak bank. Jika telah rampung, maka Yan berniat membicarakan kontrak manggung Didi dengan Budhe Putri.

"Dalam hal keuangan, Mas Didi cukup populer, jadi begitu beliau meninggal, ATM dibekukan otomatis oleh bank," kata Yan. "Jadi Budhe Putri harus mengurus dulu, baru setelah siap ATM baru kami tawarkan ke mereka. Semua sudah lengkap, dari kontrak dan bukti transfer. Sudah rapi di tangan kami. Nanti akan saya rundingkan dengan Budhe Putri karena harus diselesaikan secara kekeluargaan dengan pihak pengundang."

Disisi lain, netter masih menyentil Yan terkait usahanya mengurus royalti. "Belum 100 hari nya kog sudah bingung kaya gitu ..yg bunda saputri masih berduka ..tp yg ini kog sudah mbingungi," kata netter. "Subchanalloh... Semoga pk de tenang disurga... Mohon di redam dulu soal warisan... Karna makam basih basah blm 100 hari.. Mohon mbak yan velia sadar dengan kondisinya yg masih berduka.. Moga lancar rukun selalu ke 3 istrinya. Amin," kata netter.

Namun netter lainnya menilai Yan sebagai wakil manajemen cuma mencoba bertanggung jawab. "Coba berfikir positif yan velia itu bekerja dan sebagai manager didi kempot....dan banyak yg harus diselesaikan...selama ini untuk menghidupi istri 1 istri ke 2 dari didi kempot kan kerja kerasnya didi kempot dan ya velia selaku manager...yg sabar lah mbak yan velia semoga dipermudah," kata netter. "Yg sabar mbk Yan Allah swt pasti membuka jln yg terbaik buat ank istri pak dhe didi prasetyo smua kan ank ,, jg istri," tutur netter.

(wk/riaw)

You can share this post!

Related Posts