Billie Eilish dan Rihanna Gabung Deretan Selebriti yang Serukan Reformasi Polisi AS
Getty Images
Selebriti

Tuntutan ini datang dari komunitas musik dan hiburan yang percaya bahwa gerakan Black Lives Matter adalah simbol pemberontakan ketidakadilan yang sudah dialami warga kulit hitam sejak lama.

WowKeren - Billie Eilish dan Rihanna rupanya bergabung dengan deretan selebriti papan atas Hollywood lain untuk menandatangani surat terbuka berisi desakan reformasi kepolisian Amerika Serikat. Tuntutan ini datang sebagai imbas dari kematian warga kulit hitam di Minneapolis, George Floyd.

"Sejak kematian George Floyd sebulan lalu, bermunculan berbagai protes, perubahan perilaku, dan desakan untuk penguatan perubahan. Kami di komunitas musik dan hiburan percaya 'black lives matter' dan mengecam ketidakadilan yang sudah dialami warga kulit hitam sejak lama," demikian bunyi surat tersebut, dilansir dari Metro.co.uk pada Kamis (25/6).

"Kami akan terus menuntut program-program negara dan aparat penegak hukum agar benar-benar melayani masyarakat. Dengan demikian, kami bersyukur sudah ada gerakan untuk Undang-undang Keadilan Polisi 2020 di Dewan Perwakilan Rakyat AS dan kami mendesak percepatan pembahasannya," lanjut surat tersebut.

"UU Keadilan Polisi bukan hanya perubahan biasa. Perlu keberanian untuk membuat perubahan nyata dan positif untuk aparat penegak hukum dan masyarakat yang mereka layani," lanjut surat yang juga diteken Sony Music Group, Universal Music Group, dan Warner Music Group itu.

Deretan pesohor lain yang turut menandatangani surat tuntutan reformasi ini di antaranya adalah Mariah Carey, Lizzo, Ariana Grande, Jonas Brothers, Meek Mill, Post Malone, Grimes, hingga Megan Thee Stallion.


Diketahui, saat ini parlemen AS memang sedang menggodok revisi undang-undang yang mengatur mengenai badan kepolisian dan kewenangannya. Proses revisi kian gencar setelah kasus Floyd memicu gelombang demonstrasi besar-besaran di AS.

Di sisi lain, sejak satu bulan belakangan ini AS memang menghadapi gelombang demonstrasi besar-besaran. Demonstrasi ini dipicu akibat kematian George Floyd, seorang warga kulit hitam yang tewas akibat ulah polisi kulit putih Minneapolis. Mereka turun ke jalan dan menggelar demonstrasi besar-besaran untuk menuntut keadilan.

Kematian Floyd dinilai menjadi puncak amarah warga Amerika terkait diskriminasi dan sikap rasisme yang sistematis, terutama terhadap perlakuan aparat kepada warga kulit hitam dan minoritas.

Aksi protes pertama kali pecah di Minneapolis sehari setelah kematian Floyd hingga akhirnya menyebar ke seluruh penjuru AS. Demonstrasi dan gerakan solidaritas untuk Floyd dan anti-rasisme secara keseluruhan bahkan turut berlangsung di sejumlah negara Eropa, Amerika Latin, hingga Asia.

Belum mereda demonstrasi akibat kematian Floyd, beberapa pekan lalu seorang warga kulit hitam lainnya yakni Rayshard Brooks juga ditemukan tewas usai ditembak oleh polisi di Atlanta, Georgia.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts