Ridwan Kamil Ajak Warga Jabar Tak Ngantor di Jakarta Lagi, Ini Alasannya
Nasional

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga mengajak kaum milenial agar tidak takut tinggal di desa. Menurut Ridwan Kamil, tinggal di desa kini tetap bisa memiliki penghasilan yang sama dengan di kota.

WowKeren - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajak warganya untuk tidak lagi berkantor di DKI Jakarta. Hal ini disampaikan Ridwan Kamil dalam acara MarkPlus Government Roundtable yang digelar secara virtual pada Jumat (26/6).

Ajakan Ridwan Kamil ini rupanya didorong oleh kondisi Ibu Kota yang dinilai masih belum aman dari penyebaran virus corona (COVID-19). "Kita lagi kampanye udahlah jangan ngantor di Jakarta lagi, ngantornya di Jawa Barat saja jauh dari penyakit, lahannya indah bisa produktif," tutur Ridwan Kamil.

Selain itu, Ridwan Kamil juga mengajak kaum milenial Jabar agar tidak takut tinggal di desa. Pasalnya, desa-desa di Jabar kini diklaim telah terhubung dengan digital, kaum milenial juga disebut tetap bisa mendapat penghasilan seperti di kota.

"Kita punya kampanye ke milenial agar semuanya jangan ke kota. Sekarang tinggal di desa rezekinya rezeki kota, bisnisnya mendunia," jelas Ridwan Kamil. "Itu slogan baru karena desanya sudah desa digital jadi tinggal di desa menjauhi penyakit, kemudian rezeki kota karena bisa online dan mendunia karena bisa terkoneksi."


Lebih lanjut, Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa kekayaan di Jabar tidak kalah dengan di pusat kota. Ridwan Kamil mengklaim bahwa industri hi- tech kini telah berkumpul di Jabar.

"Di COVID-19 ini mengajarkan kita tetap produktif tapi menjauhi kerumunan dan keterpusatan," kata Ridwan Kamil. "Yang selama ini keterpusatan ini jadi rezim ekonomi kita karena memusatkan ekonomi terlalu besar di satu titik dan pada saat diinterupsi kerasa bahwa itu konsep yang keliru."

Terkait situasi pandemi, Ridwan Kamil mengaku bahwa Jabar merupakan provinsi dengan kasus peningkatan corona terendah. Selain itu, pasien COVID-19 Jabar yang dinyatakan sembuh juga semakin banyak.

"Laporan WHO dari 100% tes PCR yang terpapar positif, Jawa Barat paling rendah 6,6%. Ini sudah teruji beberapa minggu," pungkas Ridwan Kamil. "Di provinsi lain dari 100% testing itu cukup tinggi tingkat keterpaparannya, jadi secara risiko kita lebih rendah."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts