Ditegur Jokowi Soal 70 Persen Warga Surabaya Tak Bermasker, Walkot Risma Beri Reaksi 'Santai'
Instagram/trirismaharini01
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Wali Kota Surabaya itu menyampaikan jawabannya pasca 'disentil' Presiden Joko Widodo soal rendahnya kedisiplinan warga Kota Pahlawan dalam hal mengenakan masker di tengah pandemi Corona.

WowKeren - Pekan ini Presiden Joko Widodo memutuskan untuk berkunjung ke Jawa Timur "episentrum" wabah virus Corona di Indonesia. Kunjungan kerja ini pun menjadi yang perdana dilakoni Jokowi setelah pemerintah menerapkan work from home di tengah pandemi virus Corona.

Dalam kesempatan itu, Jokowi sempat menyampaikan tegurannya atas kedisiplinan warga Surabaya. Pasalnya menurut Jokowi sebanyak 70 persen warga Surabaya ternyata masih tidak disiplin mengenakan masker, padahal saat ini kota tersebut menjadi pusat penyebaran wabah dengan tingkat serangan tertinggi se-Indonesia.

"Sentilan" Jokowi itu pun sampai ke telinga Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Menariknya, tanggapan Risma justru "santai", bahkan terkesan membantah teguran Jokowi.

"Eh mosok iyo, deloken ta, mosok 70 persen (Eh masa iya? Coba lihat sendiri, masa sampai 70 persen)?" ujar Risma yang ditemui pasca Rapat Pengarahan Percepatan Penanganan COVID-19 bersama Menko Polhukam Mahfud MD dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Hotel JW Marriot Surabaya, Jumat (26/6). "Kamu di jalan lah, lihat (sendiri)."

Pada kesempatan itu, Risma juga menjelaskan bagaimana penanganan wabah virus Corona di kota yang dipimpinnya itu. Termasuk fakta bahwa Surabaya tak kekurangan tenaga medis berdasarkan komunikasinya dengan beberapa rumah sakit rujukan COVID-19.


Selain itu, kapasitas perawatan di RS seperti ranjangnya pun terbilang mencukupi. Padahal sebelumnya Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sempat menyatakan akan mengirimkan tenaga medis ke Jatim, khususnya Surabaya, yang dilaporkan kekurangan tenaga medis.

"Kita dibantu RS Siloam itu 40 bed, RS BDH 60 bed," kata Risma, seperti dilansir dari Kumparan, Sabtu (27/6). "Kalau dia ngomong nambah berarti dia sudah menghitung kapasitas medisnya."

Sebelumnya Presiden Jokowi mengaku mendengar "bisikan" bahwa warga Surabaya Raya, meliputi Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo banyak yang tak patuh menggunakan masker. Hal ini didapat dari hasil survei Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM Unair).

Karena sampai 70 persen masyarakat yang masih tak mengenakan masker, Jokowi pun dengan tegas meminta agar Kemenkes dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk mengirimkan masker ke Surabaya. Pasalnya masker merupakan "perisai" untuk mencegah lebih banyak warga tertular COVID-19.

"70 persen tidak menggunakan masker, Itu angka yang gede," kata Jokowi di Grahadi Surabaya, Kamis (25/6). "Tolong Pak Menkes atau BNPB segera kirim masker ke Surabaya atau Jatim."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts