Rapid Test Jadi Syarat Wajib Peserta UTBK, Rumah Sakit di Surabaya Beri Diskon
EPA/Piroschka Van De Wouw
Nasional
COVID-19 di Indonesia

RS Husada Utama dan RS Adi Husaha Undaan Wetan Surabaya memberikan potongan harga (diskon) untuk para peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang akan melakukan rapid test.

WowKeren - Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) segera digelar pada 5-14 Juli mendatang, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pun mewajibkan peserta untuk menjalani rapid test. Syarat tersebut terdapat pada Surat Edaran yang telah ditandatangi oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada Kamis (2/7) lalu.

Terkait adanya syarat tersebut, sejumlah rumah sakit di Surabaya pun akan memberikan potongan biaya atau diskon untuk rapid test peserta UTBK. Pemberian potongan biaya rapid test ini setidaknya terjadi di RS Husada Utama dan RS Adi Husaha Undaan Wetan Surabaya.

Dirut RS Husada Utama, dr Didi D Dewanto mengatakan jika mereka mengkhususkan biaya rapid hanya Rp 175 ribu untuk peserta UTBK. Padahal, biaya rapid test di rumah sakit ini sebesar Rp 350 ribu.

“Kalau ditanya kit-nya sama? sama. Karena kita hampir tidak ambil keuntungan disini (di program ini)," ujarnya dikutip dari Radio Suara Surabaya, Sabtu (4/7). "Jadi kita melihat, kebijakan (wajib rapid test untuk peserta UTBK) yang mendadak. Kami ingin membantu masyarakat. Saya dulu juga pernah jadi mahasiswa."

Ia mengatakan, tidak ada batasan kuota spesifik untuk harga khusus ini. Setidaknya, sekitar 500-an kit rapid test disediakan pada Jumat (3/7) kemarin.


“Kalau ditanya kuota, kami nggak punya, selama stok ada, kami layani. Stok mungkin ada 500-an," paparnya. "Kalau lebih ya, stop dulu. Niat kami untuk membantu masyarakat, jangan ditambah susahlah."

dr Didi mengaku, pemotongan biaya rapid test ini murni dari pengadaan internal rumah sakit dan bukan subsidi dari Pemkot Surabaya. “Kalau saya disubsidi pemkot dikasih kit-nya, ya gak saya tarik (biaya). Ini murni karena pengadaan sendiri, dengan harga itu, hampir tidak ada untung,” jelasnya.

Sedangkan, di RS Adi Husada Undaan Wetan, biaya rapid test untuk peserta UTBK mendapatkan potongan harga menjadi Rp 200 ribu. Kepala Unit Pemasaram dan Layanan Pelanggan RS Adi Husada Undaan Wetan, Dr Sylvia mengatakan jika harga normal rapid test di rumah sakit tersebut Rp 450 ribu.

Yang berbeda pada RS ini adalah biaya khusus ini tidak terbatas pada peserta UTBK. Selain itu, fasilitas ini juga bisa dinikmati pelajar, mahasiawa, guru, dan dosen yang membutuhkan. Mereka hanya perlu menunjukkan kartu pengenal dan atau kartu ujian UTBK.

Sementara itu, Pemkot Surabaya telah memberikan fasilitas rapid test gratis di Puskesmas bagi calon peserta yang tergabung dalam program bidikmisi. Caranya dengan menunjukkan KIP (Kartu Indonesia Pintar) dan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) kepada petugas Puskesmas. Rapid test gratis ini sendiri akan digelar mulai hari ini (4/7).

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts