Soal 3 Bulan WFH 'Rasa' Cuti Saat Pandemi, Jokowi Diminta Evaluasi Kinerja Menteri
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Ketua DPP PAN, Yandri Susanto, menilai wajar jika Jokowi menekankan jajarannya untuk bekerja lebih giat lagi. Saat pandemi corona seharusnya para menteri tidak berleha-leha dalam bekerja.

WowKeren - Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyentil para menterinya terkait kinerja mereka selama pandemi COVID-19. Seperti diketahui, sejumlah kementerian mengadopsi sistem work from home atau WFH selama masa pandemi.

Menurut Jokowi, para menteri justru hanya seperti melakukan cuti saja selama 3 bulan WFH dan kurang memiliki sense of crisis. Padahal, ancaman benar-benar nyata sehingga ia meminta para menterinya untuk memahami sungguh-sungguh situasi saat ini.

Terkait hal ini Ketua DPP PAN, Yandri Susanto, menilai wajar jika Jokowi menekankan jajarannya untuk bekerja lebih giat lagi. Sebab, dalam situasi tidak normal karena pandemi corona seharusnya para menteri tidak berleha-leha dalam bekerja. Menurutnya, sentilan Jokowi tersebut sudah semestinya dipakai sebagai cambuk bagi para menteri untuk lebih giat lagi dalam bekerja.


"Tapi maunya Pak Jokowi itu tetap kendali menteri itu tetap berjalan, jangan malah berleha-leha di rumah, alasan karena ada corona justru kinerjanya lembek atau tidak bekerja," kata Yandri, Kamis (9/7). "Jadi, saya kira apa yang disampaikan Pak Jokowi itu betul dan menjadi pelecut bagi semua menteri yang hari ini diberi kepercayaan."

Lebih jauh, ia menyarankan agar Jokowi memanggil satu per satu menterinya yang dinilai tidak mampu bekerja sesuai ekspektasi presiden. Mereka harus diberi pemahaman terkait sejauh mana progres yang telah dicapai, apakah target sudah terpenuhi atau belum, dan sebagainya.

"Menurut saya, Pak Jokowi sudah saatnya memanggil masing-masing kementerian/lembaga ini, dievaluasi 'kamu ini bekerja baru sampai sini, harusnya sudah di sini'. Terus targetnya bagaimana? Untuk mencapai target itu apa tolok ukurnya," tegas Yandri. "Saya kira penting."

Sebab jika tidak ada gebrakan baru dalam kinerja menteri justru akan menjadi bumerang bagi Jokowi sendiri yang dinilai kurang berhasil dalam memimpin negara. "Kalau nggak, orang begini, kalau menteri-menterinya lembek dan tidak bekerja, dan tidak maksimal melayani bangsa ini yang disalahkan bukan menterinya, nanti Pak Jokowi," imbuhnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts