Tak Percaya Istrinya Positif Corona, Pria di Kalteng Yakin Cuma Karena Ada Setan
SerbaSerbi
COVID-19 di Indonesia

Tim tenaga kesehatan dari Puskesmas Kumai ditolak saat akan menjemput pasien positif COVID-19 di Kelurahan Candi, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah beberapa waktu lalu.

WowKeren - Virus corona baru penyebab COVID-19 hingga kini telah menjangkit lebih dari 80 ribu orang di Indonesia. Meski demikian, masih ada beberapa pasien positif COVID- 19 dan juga pihak keluarga yang menolak untuk mendapat penanganan dari petugas medis.

Salah satunya adalah kasus penolakan yang dialami petugas medis di Kelurahan Candi, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah pada Sabtu (11/7) pekan lalu. Pasien wanita tersebut merupakan seorang pedagang ayam di Pasar Cempaka Kumai.

Suami pasien tersebut menolak dan tidak mengizinkan istrinya diisolasi. Sang suami rupanya yakin bahwa penyakit istrinya tersebut disebabkan oleh setan, bukan karena virus corona.

"Kalau sakit memang sampai sekarang, (tapi) cuma 4 hari saja (yang benar-benar) sakit," seru sang suami dilansir Kompas.com pada Kamis (16/7). "Cuma setan aja itu."

Selain itu, pria tersebut juga menantang ingin mengetahui bagaimana sebenarnya virus corona itu. "Biar mati enggak apa-apa. Semua manusia itu pasti mati semua. Seperti apa corona itu, saya mau tahu," ujar pria tersebut.


Sementara itu, sang istri yang dinyatakan positif COVID-19 juga menolak dikarantina. Pasien tersebut yakin bahwa dirinya hanya kurang darah.

"Sudah 20 hari (sejak di-rapid test). Saya enggak sakit apa-apa," tutur pasien wanita tersebut dalam bahasa daerahnya. "Cuma kurang darah saja kata dokter."

Menurut pemimpin rombongan tenaga kesehatan dari Puskesmas Kumai, Samsul, pihaknya mendapat penolakan saat mengunjungi rumah pasien tersebut pada Sabtu pekan lalu. Adapun tim nakes tersebut hendak menyampaikan hasil swab positif sang pasien dan menjemputnya untuk dikarantina di RSSI Pangkalan Bun. Tim nakes juga hendak melacak kontak erat pasien COVID-19 tersebut.

Samsul menjelaskan bahwa pasien wanita tersebut sempat memeriksakan diri dan menjalani rapid test pada akhir Juni 2020 lalu. Pasien tersebut juga akhirnya menjalani tes swab meski awalnya sempat menolak.

Sayangnya, pasien wanita tersebut justru tidak mengisolasi diri selama menunggu hasil tes swab. Ia disebut kembali berdagang ayan di Pasar Cempaka Kumai.

"Kami dapat informasi itu, tapi tidak bisa mengeceknya," pungkas Samsul. "Tapi waktu saya tanya apakah istrinya tadi pagi masih berjualan, si suami menjawab iya."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts