Remaja Ini Alami Penyakit Mengerikan Efek Kelamaan Main Game Saat Pandemi
Dunia

Seorang remaja 15 tahun asal Tiongkok dilarikan ke rumah sakit akibat terlalu lama bermain game. Diketahui, selama lockdown corona, remaja ini bermain game online selama 22 jam sehari.

WowKeren - Kecanduan bermain game memang mebawa dampak buruk untuk kesehatan seseorang. Hal ini bahkan telah diteliti oleh para ahli kesehatan di seluruh dunia.

Contoh nyatanya seperti pada seorang remaja Tiongkok bernama Xiaobin yang mesti dilarikan ke rumah sakit akibat terlalu lama bermain game. Kejadian itu terjadi pada bulan Maret lalu.

Dilansir Daily Mail, remaja laki-laki berusia 15 tahun itu harus dibawa ke rumah sakit di kota Nanning, Tiongkok, setelah tiba-tiba pingsan di rumahnya. Xiaobin didiagnosis menderita penyakit stroke otak setelah menjalani CT scan.

Ia juga kehilangan daya gerak di lengan dan tangan kirinya. Untuk memulihkan kesehatannya, dia menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiangbin, Guangxi sejak insiden itu. Dr. Li, seorang dokter spesialis otak yang menangani Xiaobin, mengatakan bahwa kondisi bocah lelaki itu disebabkan oleh gaya hidupnya yang tidak sehat dari bermain-main game komputer dan begadang. Sulit untuk menentukan apakah Xiaobin dapat sepenuhnya pulih.

"Alasan utamanya adalah dia memiliki pola tidur dan makan yang tidak teratur karena dia tidak di sekolah," kata dr. Li. "Orang tua juga terlalu menoleransi perilakunya. Kurangnya gizi dan istirahat telah menyebabkan berkurangnya jumlah darah dan oksigen di otaknya dan menyebabkan stroke otak."


Ibu Xiaobin menceritakan perilaku anaknya yang sering asyik bermain video game selama 22 jam sehari selama tinggal di rumah akibat karantina mandiri untuk mencegah pandemi virus corona. Siswa kelas 9 itu sudah berada di rumah sejak Februari setelah sekolah-sekolah di seluruh Tiongkok ditutup.

Selama lockdown corona, Xiaobin menghabiskan sebagian besar waktunya di kamar. Ketika orang tuanya bertanya apa yang dia lakukan, Xiaobin menjawab bahwa dia mengambil kelas online. "Dia menutup jendela dan mengunci pintu. Kami tidak tahu apa yang dia lakukan di sana," kata sang ibu.

Namun, fakta terungkap sang ibu kemudian menemukan bahwa Xiaobin telah bermain game komputer tanpa henti selama 22 jam sehari. Kelakuan Xiaobin terciduk, ketika ada bukti percakapan dengan teman-temannya. Ia mengatakan bahwa dirinya kekurangan waktu istirahan dan hanya tidur selama 2 jam sehari.

Kecanduan video game telah menjadi masalah sosial yang menonjol di antara anak-anak muda di Tiongkok. Mereka sering mengabaikan studi, kehidupan sosial, dan keluarga untuk bermain game online.

Oleh karena itu, para orang tua kerap mengirimkan anak-anaknya ke pusat rehabilitasi 'detoks digital' sebagai upaya terakhir untuk membatasi kecanduan internet hingga bermain game kecanduan internet dianggap sebagai gangguan klinis di negara Tirai Bambu ini.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait