COVID-19 Di AS Makin ‘Buas’, Bos Facebook Mark Zuckerberg Kritik Keras Trump
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

CEO Facebook Mark Zuckerberg melayangkan kritik kerasnya terhadap Presiden Donald Trump. Ia menyoroti kasus virus corona di Amerika Serikat yang semakin mengganas.

WowKeren - CEO Mark Zuckerberg melayangkan kritikannya kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait penanganan virus corona (COVID-19). Apalagi, hingga saat ini penyebaran virus corona di Negeri Paman Sam semakin mengganas.

Berdasarkan data dari badan statistik dunia Worldometers, AS telah mencatatkan 3.695.302 kasus COVID-19 hingga Jumat (17/7) siang. Sebanyak 1.679.749 pasien telah dinyatakan sembuh dan 141.118 dilaporkan meninggal dunia.

Dengan data tersebut, AS saat ini menjadi penyumbang kasus virus coroa tertinggi di dunia. Mark Zuckerberg lantas mengungkapkan kekecewaannya terhadap penanganan pandemi oleh Presiden Trump. Kekecewaannya tersebut dilakukan saat melakukan percakapan video secara online dengan ahli penyakit dan anggota gugus tugas COVID-19 AS, Dr Anthony Fauci.

Zuckerberg menilai jika penanganan virus corona AS saat ini sangat parah dan kalah dari negara lainnya. Ia juga turut menyoroti proses administrasi pemerintahan yang dinilai tidak efektif dalam menghadapi hantaman pandemi COVID-19.


”Saat ini, sudah jelas Amerika Serikat berada pada jalur yang lebih parah dibandingkan banyak negara lain,” kritik Zuckerberg seperti dilansir dari Daily Mail, Jumat (17/7). “Administrasi pemerintahan ini kurang efektif menghadapi wabah.”

Selain mengkritik kinerja Trump dan pemerintahannya, Zuckerberg turut menyoroti aksi sejumlah warga AS. Ia mengaku prihatin dengan banyaknya warga AS yang mulai meragukan risiko pandemi virus corona.

Bahkan, banyak dari warga AS yang mulai mempertanyakan efektivitas pencegahan virus dengan memakai masker. Sebagian dari mereka menilai jika wajib menggunakan masker saat beraktivitas telah melanggar hak mereka sebagai warga negara yang bebas.

”Sangat mengecewakan kita masih kurang melakukan pengetesan,” ungkap Zuckerberg. “Bahwa kredibilitas ilmuwan ternama seperti Anda (Fauci) dan CDC diremehkan, bahkan baru-baru ini sebagian dari administrasi mempertanyakan apakah orang-orang masih harus memakai masker.”

Dalam kesempatan itu, Zuckerberg juga turut menjelaskan fitur baru Facebook yang diluncukran beberapa hari lalu. Fitur baru yang mengincar hoaks terkait virus corona itu diluncurkan demi meminimalisir informasi keliru yang beredar di media sosial.

(wk/lian)

You can share this post!