Hal Ini Diduga Jadi Penyebab Banjir Bandang di Luwu Utara Yang Tewaskan 36 Orang
Nasional

Banjir bandang terjadi di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada Senin (13/7) kemarin. Belakangan tercatat bencana ini menyebabkan belasan ribu jiwa mengungsi dan hampir 40 orang meninggal dunia.

WowKeren - Pandemi virus Corona tak menjadi satu-satunya "ancaman" Indonesia. Wabah penyakit lain seperti DBD sampai bencana ikut menghantui keselamatan warga Indonesia, termasuk banjir bandang yang baru-baru ini melanda Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Banjir bandang ini jelas bukan bencana yang bisa dipandang sebelah mata. Bahkan dilaporkan bencana ini menyebabkan 36 orang meninggal dunia, ribuan KK mengungsi, sampai Presiden Joko Widodo harus mengirimkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono untuk membantu penanganan darurat.

Penyebab bencana dahsyat ini pun belakangan diungkap oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Badan yang juga tengah sibuk mengurusi wabah virus Corona itu menduga banjir bandang disebabkan oleh adanya alih fungsi lahan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengungkapkan pihaknya sudah meninjau lokasi untuk mengetahui penyebab banjir. Dari peninjauan peta Inarisk timnya mendapati bahwa perubahan fungsi lahan adalah salah satu fungsinya.


"Kira-kira ada peralihan fungsi lahan. Demikian sejarah atau histori dari kejadian perubahan pengalihan lahan yang belum ada galian," ungkap Raditya dalam konferensi pers virtual yang digelar pada Minggu (19/7).

Namun Raditya tak menampik bahwa saat ini masyarakat setempat sudah melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki kondisi lahan. Seperti misalnya dengan melakukan penanaman vegetasi, namun tetap saja banjir bisa terjadi.

Sedangkan alasan kedua di balik bencana besar itu adalah perihal curah hujan yang sangat tinggi. "Dan terakhir memang ada sejarah dalam patahan yang mengakibatkan kondisi formasi di kawasan hulu lemah sehingga menyebabkan memudahkan dalam longsor," terang Raditya, seperti dilansir dari CNN Indonesia.

Banjir bandang ini sendiri terjadi pada Senin (13/7) kemarin. Sebanyak 36 orang dinyatakan meninggal dunia, 40 orang lainnya hilang dan sebagian besar sudah ditemukan dalam keadaan selamat, serta 58 orang mengalami luka-luka baik ringan maupun berat.

Sebanyak 14.483 jiwa dari 3.627 kepala keluarga mengungsi. Angka ini didapat dari korban di Kecamatan Masamba, Kecamatan Baebunta, dan Kecamatan Sabbang.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait