Korut mengklaim vaksin mereka berhasil membentuk kekebalan tubuh dalam uji coba yang dilakukan pada hewan. Mereka menyatakan uji klinis kepada manusia akan digelar pada bulan ini.
- Luthfiatun Nisa
- Senin, 20 Juli 2020 - 14:13 WIB
WowKeren - Pemerintah Korea Utara dilaporkan tengah mengembangkan vaksin virus corona (COVID-19) secara mandiri meskipun negara tersebut belum mengonfirmasi kasus infeksi hingga kini.
Dilansir kantor berita Korea Selatan, Yonhap News Agency pada Senin (20/7), klaim itu berdasarkan laporan dari situs Mirae yang dikelola Komisi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Korea Utara. Mereka menyatakan para peneliti Korut tengah menggelar uji klinis untuk pengembangan vaksin COVID-19.
Menurut laporan tersebut, pengembangan vaksin itu dilakukan oleh Akademi Ilmu Kedokteran Korea Utara. Mereka menggunakan bahan baku enzim pengubah angiotensin 2 (ACE2).
Dalam laporan itu, Korut mengklaim vaksin tersebut berhasil membentuk kekebalan tubuh dalam uji coba yang dilakukan pada hewan. Mereka menyatakan uji klinis kepada manusia akan digelar pada bulan Juli ini.
Selain itu, Departemen Rekayasa Biologis Akademi Ilmu Pengetahuan Korut juga dilaporkan tengah melakukan penelitian pengembangan vaksin virus corona.
Di sisi lain, walaupun sampai saat ini belum mencatatkan satu pun kasus infeksi virus corona, para peneliti Korut dilaporkan segera menggelar uji klinis kandidat vaksin tahap tiga. Meski demikian, kemampuan Korut mengembangkan vaksin virus corona diragukan karena kondisi perekonomian dan sistem kesehatan mereka yang dinilai rapuh.
Sebelumnya, diketahui bahwa Korea Utara dengan sigap menutup perbatasan dengan Tiongkok sejak virus corona mulai menyebar ke seluruh dunia pada bulan Januari lalu. Korea Utara juga dnegan sikap memberlakukan tindakan pengamanan yang sangat ketat.
Hingga kini, Korea Utara sendiri tetap bersikeras menyatakan bahwa negaranya masih terbebas dari virus yang menyebar dari Wuhan tersebut. Kendati demikian, para ahli meragukan klaim Korea Utara dan mengatakan jika negara tersebut memiliki sistem fasilitas kesehatan yang kurang memadai sehingga rentan terinfeksi virus corona.
Para ahli juga beranggapan jika pemerintah Korea Utara sengaja menutupi jumlah warganya yang terinfeksi COVID-19. Bukan tanpa alasan, pasalnya Korea Selatan selaku negara terdekat dari Korea Utara bahkan sudah melaporkan lebih dari 10 ribu kasus COVID-19.
(wk/luth)