Tak Punya Smartphone, Siswa SMP Ini Bak Dapat Layanan 'VIP' Saat Hadir ke Sekolah Sendirian
SerbaSerbi
Sekolah di Tengah Corona

Dimas Ibnu Alias (13) yang merupakan murid SMPN 1 Rembang, Jawa Tengah, terpaksa menghadiri sekolah sendirian di tengah pandemi COVID-19 lantaran tak memiliki smartphone yang menjadi sarana pembelajaran daring.

WowKeren - Sejak adanya pandemi corona (COVID-19) yang menyerang sejumlah negara, sistem pendidikan saat ini beralih ke daring. Ini dilakukan demi mencegah penyebaran virus mematikan tersebut pada anak-anak.

Namun, pada tatanan normal baru sekolah-sekolah yang berada di zona hijau diperbolehkan kembali untuk buka dan menjalankan kegiatan belajar tatap muka. Selama menjalankan pembelajaran daring, banyak siswa yang merasakan berbagai kendala mulai dari sinyal internet yang jelek hingga tidak memiliki gawai.

Hal ini terjadi pada Dimas Ibnu Alias (13) yang menjadi satu-satunya murid yang berangkat sekolah saat pandemi COVID-19. Hal ini dilakukan Dimas lantaran ia tak memiliki smartphone sebagai sarana pembelajaran daring yang diterapkan di tengah pandemi COVID-19.

Dimas yang seorang diri, mendapatkan pembelajaran tatap muka dengan para guru seolah mendapatkan layanan VIP. Pasalnya, ia hanya seorang diri di sekolah namun mendapatkan arahan pembelajaran secara langsung dari para guru.


Kepala Sekolah SMPN 1 Rembang, Isti Chomawati menyebut Dimas menjadi satu-satunya siswa yang melaksanakan pembelajaran tatap muka. Aktivitas ini sudah dilakukan Dimas sejak Rabu (22/7) lalu.

"Daring biasa kita mulai pukul 07.30 WIB, Mas Dimas ini datang ke sekolah jam 07.00 WIB biasa diantar orang tuanya naik sepeda onthel itu," ungkap Isti dilansir Detikcom, Jumat (24/7). "Ya memang Mas Dimas sendirian di sini, jadi ada tiga mata pelajaran selama sehari, ada tiga guru yang mengajar Mas Dimas langsung, lainnya kan via daring."

Isti menyebut selain Dimas sejatinya ada sejumlah murid lainnya yang dalam kondisi yang sama yakni tak memiliki gawai. Tapi mereka bisa meminjam smartphone milik saudara dan masih mampu membeli kuota.

Menurutnya, sudah ada solusi yang disiapkan dari pihak sekolah. Yakni pengusulan beasiswa ke Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang agar Dimas menjadi salah satu penerima manfaatnya.

"Hanya Dimas saja (yang datang ke sekolah), dan saya juga tidak tahu, kaget kalau kondisinya Dimas seperti itu," pungkasnya. "Sehingga kami akan usulkan sesuai arahan dari Dinas Pendidikan."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts