Tiongkok akhirnya membalas penutupan paksa kantor Konsulat Jenderal di Houston, Texas, Amerika Serikat pada Jumat (24/7). Senada, Tiongkok pun memerintahkan kantor Konjen AS ditutup.
- Elvariza Opita
- Jumat, 24 Juli 2020 - 15:28 WIB
WowKeren - Perseteruan Tiongkok dan Amerika Serikat tampaknya semakin meruncing, bahkan memicu potensi terjadinya perang dingin. Salah satunya dibuktikan lewat desakan AS agar Tiongkok menutup kantor Konsulat di Houston, Texas, dalam waktu 72 jam pada Kamis (23/7) kemarin.
Dan sekarang, seperti hendak membalas instruksi AS, Tiongkok juga memerintahkan negara yang dipimpin Presiden Donald Trump itu untuk menutup kantor serupa di Kota Chengdu. Diketahui AS memiliki 4 kantor konsulat di Tiongkok, yakni di Guangzhou, Chengdu, Shanghai, dan Shenyang.
"Pergerakan Amerika Serikat sudah sangat mencederai hukum interrnasional, norma dasar dalam hubungan internasional, juga dari segi konvensi konsulat Tiongkok dan Amerika Serikat. Ini sangat merusak hubungan antara Tiongkok dan Amerika Serikat," demikian kutipan pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Tiongkok.
"Kementerian Luar Negeri Tiongkok sudah menginformasikan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Tiongkok soal keputusan kami mengakhiri kesepakatan berdiri dan beroperasinya kantor Konsulat Jenderal di Chengdu," imbuh Tiongkok, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (24/7). Namun pernyataan ini sampai sekarang belum mendapatkan jawaban baik dari Kementerian Luar Negeri AS maupun Kedubes AS di Beijing.
Sebelumnya AS mendesak Tiongkok untuk menutup kantor Konjen-nya yang ada di Houston, Texas. AS sendiri berdalih penutupan ini sebagai upaya menghindari adanya mata-mata, seperti yang selama ini kerap dituduhkan kepada Tiongkok.
"Ini dilakukan untuk memproteksi properti intelektual AS dan informasi rahasia AS," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Morgan Ortagus, dilansir dari CNBC International pada Kamis (23/7). Pernyataan ini pun langsung menuai reaksi keras dari Tiongkok yang balas melemparkan ancaman.
"AS harus mencabut keputusannya yang salah," tegas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying, dilansir dari Reuters. "Tiongkok pasti akan bereaksi dengan tindakan tegas."
Perseteruan ini menambah panas ketegangan yang terjadi diantara kedua negara tersebut. Sebelumnya AS dan Tiongkok sudah memiliki riwayat perseteruan panjang, mulai dari urusan perang dagang yang tak kunjung damai, hingga AS yang "ikut campur" masalah Tiongkok seperti terkait otonomi Taiwan, Hong Kong, hingga dugaan penyiksaan kaum muslim Uighur.
(wk/elva)