Kekhawatiran Eropa Soal Ancaman Gelombang II COVID-19 yang Akan Datang Saat Liburan Musim Panas
Reuters/Eric Gaillard
Dunia

Sejumlah negara seperti Jerman, Prancis, dan Norwegia khawatir apabila liburan musim panas ini akan mendatangkan gelombang kedua corona (COVID-19) saat pulang ke kampung halamannya.

WowKeren - Di sejumlah negara terutama di wilayah Barat bumi telah memasuki musim panas. Namun, nampaknya hal ini memunculkan kekhawatiran dari beberapa negara akan potensi gelombang kedua virus corona (COVID-19).

Sebut saja, Jerman, Prancis, dan Norwegia yang khawatir apabila negaranya bakal terkena gelombang kedua COVID-19 karena liburan musim panas. Dilansir Reuters, ketiga negara tersebut mulai mengambil langkah untuk memberhentikan warganya yang akan pulang liburan musim panas dari luar negeri untuk mencegah penularan virus corona.

Ketiga negara tersebut akan memberlakukan pembatasan baru dengan harapan masyarakat mengurungkan niatnya pergi ke luar negeri untuk berlibur. Di sisi lain, kebijakan ini akan memukul sektor pariwisata Spanyol yang terdampak pandemi yang pendapatan negaranya 12 persen berasal dari sektor pariwisata.

Norwegia akan memberlakukan karantina selama 10 hari bagi warganya yang baru tiba dari Spanyol mulai Sabtu (25/7), sementara Prancis meminta warganya untuk tidak berpergian ke wilayah Catalunya, Spanyol.

Di sisi lain, Jerman menawarkan tes virus corona gratis bagi warganya yang baru kembali berlibur. Spanyol juga telah membuka kembali sektor pariwisatanya.


Namun, terlihat juga bahwa terjadi peningkatan kasus dalam beberapa pekan terakhir dan otoritas regional di seluruh negeri telah memberlakukan pembatasan baru untuk menekan melonjaknya kasus baru.

Di Prancis, pejabat berwenang khususnya khawatir dengan situasi di Catalunya, termasuk Barcelona dan sejumlah lokasi liburan lain yang populer. "Mengenai situasi di Catalunya yang memperlihatkan indikasi penularan yang memburuk, kami sangat mendorong warga Prancis untuk menghindari berpergian ke sana sampai situasi kesehatan membaik," kata Perdana Menteri Jean Castex, Jumat (24/7).

Jerman akan menawarkan tes gratis bagi seluruh wisatawan yang kembali dari negara berisiko tinggi virus corona atau mewajibkan mereka tinggal di rumah selama 2 minggu. Spanyol bukanlah negara berisiko tinggi, namun pejabat kesehatan Jerman meminta masyarakat yang kembali berlibur untuk menjalani tes dalam 3 hari.

Hal ini semakin diperkuat usai sebuah video yang menunjukkan perilaku sejumlah warga Jerman di Pulau Mallorca, Spanyol yang abai akan protokol kesehatan beredar. Perilaku tersebut memiliki risiko tinggi untuk terinfeksi dan membawa virus corona ke rumah masing-masing.

"Angka-angka infeksi saat ini menunjukkan bahwa kita masih di tengah pandemi corona," kata Menteri Kesehatan Jens Spahn dalam pernyataannya. "Dan peningkatan travel juga meningkatkan risiko penularan yang dibawa ke Jerman".

Jerman telah menetapkan 130 negara berisiko tinggi, termasuk Turki, Mesir, dan Amerika Serikat. Masyarakat yang tidak dapat menunjukkan surat keterangan negatif corona diwajibkan untuk menjalani karantina selama 14 hari.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait