Survei Corona: Kepercayaan Warga Dunia Pada Pemerintah Menurun Drastis
Dunia

Survei terbaru menunjukkan turunnya kepercayaan masyarakat atas pemerintahan di seluruh dunia. Sejumlah warga di beberapa negara percaya angka kematian dan infeksi COVID-19 yang sebenarnya lebih tinggi dari yang dicatat.

WowKeren - Survei menunjukkan turunnya kepercayaan masyarakat atas pemerintahan di seluruh dunia. Hasil tersebut diperoleh usai perjuangan lebih dari setengah tahun untuk melawan pandemi COVID-19 yang menjadi ancaman global.

Dilansir AFP, rilis survei terbaru menyebutkan banyak pemerintah di dunia kehilangan kepercayaan publik dalam menangani pandemi virus corona. Lembaga resmi kesehatan dunia mencatat ada lebih dari 280 ribu kasus baru dalam dua hari terakhir.

Masyarakat di Perancis, Jerman, Inggris, Jepang, Swedia dan AS percaya angka kematian dan infeksi sesungguhnya lebih tinggi dari yang dicatat. Hal ini disebutkan oleh sebuah penelitian yang mensurvei 1.000 orang di setiap negara. "Bulan ini, di sebagian besar negara, dukungan untuk pemerintah nasional menurun," kata laporan konsultasi komunikasi Kekst CNC.

Selain itu, salah satu pemimpin dunia yaitu Presiden Brasil Bolsonaro menuai kritikan dari warga dunia usai dirinya dinyatakan positif COVID-19 pada 7 Juli lalu. Barulah pada Sabtu lalu, Bolsonaro mengungkapkan hasil tes PCR atas dirinya telah menyatakan negatif COVID-19 alias sembuh.


Kota terbesar Brasil, Sao Paulo pada hari Sabtu mengatakan pihaknya menunda karnaval 2021 sampai waktu yang tidak ditentukan. Beberapa jam kemudian, Rio de Janeiro membatalkan perayaan Malam Tahun Baru.

Di Yerusalem dan kota lainnya di Israel, ribuan orang meminta agar Benjamin Netanyahu untuk mundur dari jabatan perdana menteri karena tindakannya yang dianggap tak becus menangani virus. Mereka juga menolak undang-undang baru yang memberi pemerintah kekuatan khusus untuk memerangi penyebaran virus hingga akhir 2021.

Sebelumnya, tercatat 280 ribu kasus baru secara global di hari Kamis dan Jumat. Angka ini merupakan angka tertinggi sejak virus yang berkembang di Tiongkok akhir tahun lalu.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga menyatakan lebih dari satu juta kasus telah tercatat dan lima minggu terakhir. Sementara di Brasil dan India dilaporkan berada pada angka kenaikan tertingginya.

Kendati begitu, Amerika Serikat dan Afrika Selatan tetap memegang rekor tertinggi berdasarkan jumlah kasus. Belakangan Menteri Perdagangan Afrika Selatan Ebrahim Patel juga dinyatakan positif terjangkit virus COVID-19.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait