Viral Anjing Primitif Endemik Papua, Tak Bisa Menggonggong hingga Dianggap Sakral
SerbaSerbi

Singing dog memiliki bentuk yang mirip menyerupai serigala atau rubah dengan tubuh yang tebal. Papuan singing dog dianggap sebagai anjing yang paling primitif

WowKeren - Beberapa hari terakhir viral foto anjing di Papua. Berbeda dari anjing pada umumnya, anjing yang dianggap hewan asli atau endemik Papua ini justru tidak bisa menggonggong.

Yang membuat anjing ini menarik adalah, hewan ini memiliki kebiasaan melolong hingga terkesan seakan-akan bisa bernyanyi. Tak ayal jika anjing ini dijuluki 'singing dog'.

Singing dog memiliki bentuk yang mirip menyerupai serigala atau rubah dengan tubuh yang tebal. Papuan singing dog dianggap sebagai anjing yang paling primitif yang dikenalkan pada penduduk dataran tinggi Papua sejak beberapa ribu tahun yang lalu.

Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Peneliti Balai Arkeologi Papua Hari Suroto. "Anjing Nugini berasal dari jenis yang istimewa, Canis familiaris hallstromi," kata Hari seperti dilansir dari Kompas, Selasa (28/7).

Anjing-anjing ini kerap melolong saat bulan purnama. Saat bulan penuh, lolongan akan terdengar sahut-sahutan di antara anjing-anjing tersebut. Namun rupanya anjing ini cukup sensitif dengan cahaya bulan.


"Kehadiran bulan di malam hari rupanya membuat suara rintihan anjing itu bersahut-sahutan," ujar Hari melanjutkan. "Atau seolah-olah estafet mengikuti arah pergerakan bulan dari timur ke barat."

Hewan ini tidak begitu banyak populasinya. Hingga saat ini hanya tersisa beberapa ekor saja dari jenis aslinya. Hewan ini biasa hidup di dataran tinggi sehingga hanya bisa dijumpai di ketinggian 3.352 mdpl hingga 4.267 mdpl.

Sayangnya, kajian mengenai hewan endemik asli Papua ini masih minim. Hal ini salah satunya disebabkan karena minimnya anggaran Balai Taman Nasional Lorentz.

"Sampai sejauh ini belum diadakan kajian lebih mendetail," kata Kepala Balai Taman Nasional Lorentz Anis Acha Sokoy. "Untuk mengetahui jumlah populasi dan dari jenis ini pun belum pernah dilakukan kajian secara genetik untuk mengklasifikasikan nama spesiesnya itu apa."

Bagi masyarakat di wilayah Mepago, anjing ini dianggap sakral. Kesakralan tersebut terbukti dengan tidak mudahnya orang menemui dan mendokumentasikan anjing ini.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait